Permasalahan dalam pengembangan sosial emosional anak usia dini masih sering ditemukan,terutama dalam penerapan model pembelajaran klasikal yang belum sepenuhnya efektif. DiRA Muslimat NU 051 Setono Jenangan Ponorogo, anak-anak kelompok B menunjukkanketerbatasan dalam kemampuan berinteraksi, mengenali emosi, dan bekerja sama denganteman sebaya. Permasalahan inilah yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini, yaitubagaimana mengoptimalkan model pembelajaran klasikal agar dapat menunjangperkembangan sosial emosional anak kelompok B secara lebih maksimal. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) Penerapan model pembelajaran klasikal di RAMuslimat NU 051 Setono Jenangan Ponorogo; (2) Perkembangan sosial emosional anak di RAMuslimat NU 051 Setono Jenangan Ponorogo; dan (3) Upaya guru untuk mengoptimalkanmodel pembelajaran klasikal dalam mengembangkan sosial emosional anak di RA MuslimatNU 051 Setono Jenangan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenispenelitian studi kasus, dengan subjek penelitian yaitu anak-anak kelompok B1 dan guru di RAMuslimat NU 051 Setono Jenangan Ponorogo. Teknik pengumpulan data menggunakanobservasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan konsepdari Miles, Hubermen, dan Saldana, dengan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data yang ditemukanbahwa, (1) Penerapan model pembelajaran klasikal di RA Muslimat NU 051 menggunakanmetode langsung untuk mengelola susana pengajaran dan untuk mengorganisasian pesertadidik agar dapat bertanggung jawab atas situasi kelas dalam proses pembelajaran; (2)Perkembangan sosial emosional anak di RA Muslimat NU 051 tampak berkembang secarabertahap dan positif; (3) Upaya guru untuk mengoptimalkan model pembelajaran klasikaldalam mengembangkan sosial emosional anak di RA Muslimat NU 051, guru berperan sebagaipengarah yang memastikan setiap anak memperoleh pengalaman sosial yang konsisten, yangpada akhirnya akan membentuk kedisiplinan dan sikap mandiri.