Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Islam Holistik untuk Anak Usia Dini: Kerangka Konseptual Integrasi Kognitif, Sosial-Emosional, dan Spiritual Safiruddin Al Baqi; Defi Firmansah
Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Kindergarten: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kindergarten.v4i2.5506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam konsep perkembangan kognitif anak usia dini dalam perspektif psikologi modern dan pendidikan Islam, serta merumuskan kerangka konseptual holistik yang mengintegrasikan perkembangan kognitif, sosial-emosional, dan spiritual. Kajian ini menggunakan metode systematic literature review yang mencakup artikel jurnal nasional dan internasional, buku-buku psikologi perkembangan, kurikulum PAUD Indonesia, serta literatur klasik dan kontemporer dalam pendidikan Islam. Proses analisis dilakukan melalui seleksi sumber, kategorisasi tema, dan sintesis teoretis untuk menghasilkan pemahaman komprehensif yang relevan dengan konteks pendidikan anak usia dini di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan kognitif anak usia dini tidak dapat dipahami secara terpisah dari aspek sosial-emosional dan spiritual. Temuan literatur menunjukkan bahwa interaksi, regulasi emosi, dan pembiasaan nilai-nilai keagamaan berkontribusi signifikan terhadap kesiapan belajar, pembentukan fungsi eksekutif, serta perkembangan bahasa dan pemecahan masalah. Dalam tradisi pendidikan Islam, proses belajar dipandang sebagai aktivitas integral yang memadukan akal (‘aql), hati (qalb), dan perilaku (adab), sehingga perkembangan kognitif menjadi bagian dari penyempurnaan diri secara utuh. Kerangka konsep Pendidikan Islam Holistik diharapkan memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kurikulum PAUD yang lebih komprehensif, sekaligus menawarkan perspektif integratif yang dapat menjadi rujukan bagi pendidik, peneliti, dan pengambil kebijakan.
The Effect of Javanese Krama Alus Language Habituation on the Moral Intelligence of Children Aged 5-6 Years with Polite Language Behavior as a Mediator Variable Fadella Octa Dwi Putri; Safiruddin Al Baqi; Ratna Nila Puspitasari
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12079

Abstract

This study aims to analyze the influence of Javanese language habituation on the moral intelligence of children aged 5–6 years with language politeness behavior as a mediator variable. Previous studies have only explained the relationship between regional languages and character formation in general, but have not comprehensively studied the influence of Javanese habituation on moral intelligence based on the framework of moral intelligence and the mediation mechanism of polite language behavior. This research is based on Michele Borba's theory of moral intelligence which explains that children's moral development is built through the seven main virtues, as well as behavioristic which emphasizes the importance of habituation in shaping behavior. This study uses a quantitative approach with an explanatory research design involving 250 preschool-age children in the Madiun Residency area, East Java, Indonesia. Data was collected through questionnaires filled out by parents, then analyzed using mediation analysis in the JASP app. The results showed that the habituation of Javanese good krama had a positive and significant influence directly on children's moral intelligence (β = 0.104; p = 0.005). In addition, the habit of Javanese good manners was also shown to have a significant influence on language etiquette (β = 0.370; p < 0.001), while language etiquette had a very strong positive influence on children's moral intelligence (β = 0.797; p < 0.001). The results of the mediation test showed that language politeness significantly mediated the relationship between Javanese language habits and moral intelligence (β = 0.295; p < 0.001), thus indicating the existence of partial mediation. Findings This research makes a theoretical contribution by expanding the study of the relationship between local culture-based language and moral intelligence through the mediation mechanism of language manners, as well as providing practical contributions for teachers and parents in developing early childhood character education through habituation of the use of Javanese krama alus.