Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Development of Environmentally Friendly Concrete in Sustainable Construction in Indonesia: A Literature Review Nurul Aisyah Azis; M Awaluddin A; Faradhiya Jinan Bastini; Musdalifah
Jurnal Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): SIVILTEK: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/xhcwkc38

Abstract

The construction industry is one of the significant contributors to carbon emissions, primarily through cement production as the main constituent of concrete. Efforts to reduce the carbon footprint have driven the development of environmentally friendly concrete through the utilization of supplementary cementitious materials and alternative non-cement binders. This study aims to develop a literature synthesis on the advancement of environmentally friendly concrete in Indonesia, to analyze its mechanical performance and durability characteristics, and to evaluate its implications for sustainable construction. The research employs a narrative literature review method, covering national and international publications from 2005 to 2025 relevant to supplementary materials, geopolymer concrete, and sustainability assessment. The findings indicate that the use of fly ash, slag, and silica fume as partial cement replacements can achieve competitive mechanical performance while enhancing resistance to aggressive environmental conditions. Geopolymer concrete also demonstrates significant potential for carbon emission reduction while maintaining adequate structural performance. However, widespread implementation remains constrained by challenges such as variability in material quality, limited technical standards, and industry readiness. This study provides an integrated synthesis of technical and environmental aspects as a foundation for strengthening the adoption of low-carbon concrete in supporting sustainable construction in Indonesia.
Ekowisata Bawah Laut Tangkulara Bajoe: Kajian Potensi, Tantangan, dan Model Pengembangannya awaluddin amrin; Abu Bakar; A. Fahsar M. Padjalangi; Nurul Aisyah Azis; Ayu Widya Listari; Syuaib Syuaib; Hardiansyah Hardiansyah; Fitri Hardianti Wijaya
JURNAP: Jurnal Administrasi Publik Volume 2, Issue 1, 2025
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/jurnap.issue.2025.v1.i1.7

Abstract

Ekowisata bahari semakin dipandang sebagai strategi pembangunan berkelanjutan karena mampu menjaga ekosistem, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan pengalaman edukatif bagi wisatawan. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi, tantangan, serta merumuskan model pengembangan ekowisata bawah laut di kawasan Tangkulara Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi literatur. Analisis dilakukan dengan pendekatan SWOT untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tangkulara Bajoe memiliki potensi ekowisata yang cukup besar, ditandai dengan kejernihan perairan, tutupan terumbu karang yang masih terjaga, keanekaragaman biota laut, serta keterbukaan masyarakat terhadap peluang usaha wisata. Namun, pengembangan kawasan ini menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, kelemahan kelembagaan, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, serta ancaman praktik perikanan destruktif dan dampak perubahan iklim. Analisis SWOT menegaskan perlunya strategi penguatan potensi ekologis dan sosial melalui peningkatan kapasitas lokal, penyediaan infrastruktur, promosi digital, serta pengaturan zonasi laut. Model pengembangan yang diusulkan adalah ekowisata berbasis komunitas dengan dukungan multipihak, di mana masyarakat berperan sebagai aktor utama dalam pengelolaan destinasi, pemerintah menyediakan regulasi dan infrastruktur, serta NGO maupun swasta mendukung promosi dan pendampingan konservasi. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengayaan literatur mengenai ekowisata bahari berbasis masyarakat di kawasan yang relatif belum banyak diteliti, sekaligus menawarkan implikasi praktis berupa strategi pengelolaan yang dapat dijadikan rujukan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.
Ekowisata Bawah Laut Tangkulara Bajoe: Kajian Potensi, Tantangan, dan Model Pengembangannya awaluddin amrin; Abu Bakar; A. Fahsar M. Padjalangi; Nurul Aisyah Azis; Ayu Widya Listari; Syuaib Syuaib; Hardiansyah Hardiansyah; Fitri Hardianti Wijaya
JURNAP: Jurnal Administrasi Publik Volume 2, Issue 1, 2025
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/jurnap.issue.2025.v1.i1.7

Abstract

Ekowisata bahari semakin dipandang sebagai strategi pembangunan berkelanjutan karena mampu menjaga ekosistem, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan pengalaman edukatif bagi wisatawan. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi, tantangan, serta merumuskan model pengembangan ekowisata bawah laut di kawasan Tangkulara Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi literatur. Analisis dilakukan dengan pendekatan SWOT untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tangkulara Bajoe memiliki potensi ekowisata yang cukup besar, ditandai dengan kejernihan perairan, tutupan terumbu karang yang masih terjaga, keanekaragaman biota laut, serta keterbukaan masyarakat terhadap peluang usaha wisata. Namun, pengembangan kawasan ini menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, kelemahan kelembagaan, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, serta ancaman praktik perikanan destruktif dan dampak perubahan iklim. Analisis SWOT menegaskan perlunya strategi penguatan potensi ekologis dan sosial melalui peningkatan kapasitas lokal, penyediaan infrastruktur, promosi digital, serta pengaturan zonasi laut. Model pengembangan yang diusulkan adalah ekowisata berbasis komunitas dengan dukungan multipihak, di mana masyarakat berperan sebagai aktor utama dalam pengelolaan destinasi, pemerintah menyediakan regulasi dan infrastruktur, serta NGO maupun swasta mendukung promosi dan pendampingan konservasi. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengayaan literatur mengenai ekowisata bahari berbasis masyarakat di kawasan yang relatif belum banyak diteliti, sekaligus menawarkan implikasi praktis berupa strategi pengelolaan yang dapat dijadikan rujukan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.