Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Ekowisata Kabupaten Bone: Perspektif Pembangunan Berkelanjutan Triadi Feby; Ade Fariq Ashar; Abu Bakar; Alvia Ahmad; Edhi Kurniawan
JURNAP: Jurnal Administrasi Publik Volume 2, Issue 1, 2025
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/jurnap.issue.2025.v1.i1.4

Abstract

Ekowisata menjadi strategi penting dalam pembangunan berkelanjutan karena menggabungkan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial-budaya. Kabupaten Bone memiliki potensi besar di sektor bahari, budaya, dan alam, namun pengelolaannya masih terkendala regulasi spesifik, koordinasi lintas-OPD, kapasitas SDM, pendanaan, dan ancaman degradasi lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, wawancara, dan observasi untuk menganalisis kebijakan daerah dalam perspektif pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ekowisata Bone masih bersifat umum dalam RPJMD dan belum terintegrasi secara utuh dengan prinsip triple bottom line. Model Community-Based Ecotourism (CBT) dinilai potensial untuk memperkuat peran masyarakat, sedangkan kolaborasi multipihak berbasis Quintuple Helix menjadi prasyarat utama dalam mewujudkan tata kelola ekowisata berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan teori kebijakan ekowisata dalam kerangka pembangunan berkelanjutan serta memberikan rekomendasi praktis berupa pembentukan perda ekowisata, penguatan SDM lokal, zonasi berbasis daya dukung lingkungan, dan optimalisasi teknologi digital.
Ekowisata Bawah Laut Tangkulara Bajoe: Kajian Potensi, Tantangan, dan Model Pengembangannya awaluddin amrin; Abu Bakar; A. Fahsar M. Padjalangi; Nurul Aisyah Azis; Ayu Widya Listari; Syuaib Syuaib; Hardiansyah Hardiansyah; Fitri Hardianti Wijaya
JURNAP: Jurnal Administrasi Publik Volume 2, Issue 1, 2025
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/jurnap.issue.2025.v1.i1.7

Abstract

Ekowisata bahari semakin dipandang sebagai strategi pembangunan berkelanjutan karena mampu menjaga ekosistem, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan pengalaman edukatif bagi wisatawan. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi, tantangan, serta merumuskan model pengembangan ekowisata bawah laut di kawasan Tangkulara Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi literatur. Analisis dilakukan dengan pendekatan SWOT untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tangkulara Bajoe memiliki potensi ekowisata yang cukup besar, ditandai dengan kejernihan perairan, tutupan terumbu karang yang masih terjaga, keanekaragaman biota laut, serta keterbukaan masyarakat terhadap peluang usaha wisata. Namun, pengembangan kawasan ini menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, kelemahan kelembagaan, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, serta ancaman praktik perikanan destruktif dan dampak perubahan iklim. Analisis SWOT menegaskan perlunya strategi penguatan potensi ekologis dan sosial melalui peningkatan kapasitas lokal, penyediaan infrastruktur, promosi digital, serta pengaturan zonasi laut. Model pengembangan yang diusulkan adalah ekowisata berbasis komunitas dengan dukungan multipihak, di mana masyarakat berperan sebagai aktor utama dalam pengelolaan destinasi, pemerintah menyediakan regulasi dan infrastruktur, serta NGO maupun swasta mendukung promosi dan pendampingan konservasi. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengayaan literatur mengenai ekowisata bahari berbasis masyarakat di kawasan yang relatif belum banyak diteliti, sekaligus menawarkan implikasi praktis berupa strategi pengelolaan yang dapat dijadikan rujukan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.
Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Ekowisata Kabupaten Bone: Perspektif Pembangunan Berkelanjutan Triadi Feby; Ade Fariq Ashar; Abu Bakar; Alvia Ahmad; Edhi Kurniawan
JURNAP: Jurnal Administrasi Publik Volume 2, Issue 1, 2025
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/jurnap.issue.2025.v1.i1.4

Abstract

Ekowisata menjadi strategi penting dalam pembangunan berkelanjutan karena menggabungkan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial-budaya. Kabupaten Bone memiliki potensi besar di sektor bahari, budaya, dan alam, namun pengelolaannya masih terkendala regulasi spesifik, koordinasi lintas-OPD, kapasitas SDM, pendanaan, dan ancaman degradasi lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, wawancara, dan observasi untuk menganalisis kebijakan daerah dalam perspektif pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ekowisata Bone masih bersifat umum dalam RPJMD dan belum terintegrasi secara utuh dengan prinsip triple bottom line. Model Community-Based Ecotourism (CBT) dinilai potensial untuk memperkuat peran masyarakat, sedangkan kolaborasi multipihak berbasis Quintuple Helix menjadi prasyarat utama dalam mewujudkan tata kelola ekowisata berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan teori kebijakan ekowisata dalam kerangka pembangunan berkelanjutan serta memberikan rekomendasi praktis berupa pembentukan perda ekowisata, penguatan SDM lokal, zonasi berbasis daya dukung lingkungan, dan optimalisasi teknologi digital.
Ekowisata Bawah Laut Tangkulara Bajoe: Kajian Potensi, Tantangan, dan Model Pengembangannya awaluddin amrin; Abu Bakar; A. Fahsar M. Padjalangi; Nurul Aisyah Azis; Ayu Widya Listari; Syuaib Syuaib; Hardiansyah Hardiansyah; Fitri Hardianti Wijaya
JURNAP: Jurnal Administrasi Publik Volume 2, Issue 1, 2025
Publisher : Universitas Cahaya Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65943/jurnap.issue.2025.v1.i1.7

Abstract

Ekowisata bahari semakin dipandang sebagai strategi pembangunan berkelanjutan karena mampu menjaga ekosistem, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan pengalaman edukatif bagi wisatawan. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi, tantangan, serta merumuskan model pengembangan ekowisata bawah laut di kawasan Tangkulara Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi literatur. Analisis dilakukan dengan pendekatan SWOT untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tangkulara Bajoe memiliki potensi ekowisata yang cukup besar, ditandai dengan kejernihan perairan, tutupan terumbu karang yang masih terjaga, keanekaragaman biota laut, serta keterbukaan masyarakat terhadap peluang usaha wisata. Namun, pengembangan kawasan ini menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, kelemahan kelembagaan, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, serta ancaman praktik perikanan destruktif dan dampak perubahan iklim. Analisis SWOT menegaskan perlunya strategi penguatan potensi ekologis dan sosial melalui peningkatan kapasitas lokal, penyediaan infrastruktur, promosi digital, serta pengaturan zonasi laut. Model pengembangan yang diusulkan adalah ekowisata berbasis komunitas dengan dukungan multipihak, di mana masyarakat berperan sebagai aktor utama dalam pengelolaan destinasi, pemerintah menyediakan regulasi dan infrastruktur, serta NGO maupun swasta mendukung promosi dan pendampingan konservasi. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengayaan literatur mengenai ekowisata bahari berbasis masyarakat di kawasan yang relatif belum banyak diteliti, sekaligus menawarkan implikasi praktis berupa strategi pengelolaan yang dapat dijadikan rujukan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.