Mutoharoh
Universitas Bina Bangsa, Banten, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Model Mobilisasi Sumber Daya Pendidikan melalui Kemitraan Multi-Pihak dan Corporate Social Responsibility (CSR) Titin Sumarni; Mutoharoh; Yulipince Yogi; Yan Hendrik Ruatakurei; Syaepudin; Zet Bato Sangbua; Yuni Kartika
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni- Juli 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i4.9146

Abstract

Kesenjangan kualitas dan akses pendidikan antarwilayah di Indonesia tetap menjadi tantangan struktural yang belum terselesaikan, meskipun anggaran pendidikan nasional 2025 mencapai rekor tertinggi Rp 665,1 triliun. Data Kemendikbud menunjukkan bahwa masih terdapat 31,4% sekolah negeri di daerah 3T yang kekurangan sarana dan prasarana dasar, sementara Program Indonesia Pintar (PIP) masih menghadapi kesenjangan penyaluran akibat lemahnya koordinasi multi-pihak di tingkat daerah . Di tengah keterbatasan kapasitas fiskal pemerintah, mobilisasi sumber daya melalui kemitraan multi-pihak dan Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi instrumen strategis yang tidak dapat diabaikan. Kajian naratif review ini bertujuan menganalisis pola kemitraan yang efektif, peran strategis CSR dalam mobilisasi sumber daya, dan merumuskan model strategis yang komprehensif dan berbasis bukti untuk konteks Indonesia terkini. Melalui telaah kritis terhadap 15 artikel yang sepenuhnya dapat diakses dari jurnal internasional dan jurnal nasional terakreditasi periode 2022–2025, kajian ini menghasilkan Model Mobilisasi Sumber Daya Pendidikan Berbasis Kemitraan Multi-Pihak dan CSR (M2S-KMP) yang terdiri dari tujuh komponen terintegrasi: identifikasi kebutuhan berbasis data, pemetaan mitra potensial, negosiasi dan komitmen formal, mobilisasi sumber daya, implementasi program, monitoring dan evaluasi, serta penguatan keberlanjutan. Temuan kunci menunjukkan bahwa keberhasilan mobilisasi sumber daya ditentukan oleh empat faktor kritis: kepemimpinan kepala sekolah yang proaktif, komitmen formal dalam MoU berbasis kinerja, tata kelola kolaboratif multi-aktor, dan strategi keberlanjutan yang terencana sejak awal. Model ini direkomendasikan sebagai kerangka kerja bagi dinas pendidikan, sekolah, dan mitra CSR dalam mengatasi ketimpangan sumber daya pendidikan secara sistematis dan berkelanjutan.
Sistem Manajemen Pembiayaan Berbasis Performance Based Budgeting: Kajian Sistem Keuangan Sekolah dalam Kerangka Manajemen Berbasis Sekolah (A Narrative Review of School Financial Management in Indonesia) Victor Budi Leatemia; Ajat Sudrajat; Mutoharoh; Albertus Alto Mangdare; Aryu Apendi; Badrudin
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni- Juli 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i4.9147

Abstract

Sistem pembiayaan pendidikan di Indonesia menghadapi paradoks yang belum terpecahkan: anggaran pendidikan nasional 2025 mencapai rekor tertinggi Rp 665,1 triliun setara 20% APBN namun Indonesia masih menempati peringkat ke-68 dari 81 negara dalam PISA 2022 untuk literasi membaca, dan ke-70 dalam matematika. Di tataran sekolah, sistem anggaran pendidikan terbukti bersifat “low adaptive” tidak mampu menyesuaikan alokasi dengan capaian kinerja sehingga ketimpangan antara sekolah perkotaan dan daerah 3T terus berlanjut. Data lapangan memperkuat kondisi ini: Ombudsman RI mencatat 16 laporan maladministrasi terkait pungutan liar di sekolah negeri Jambi tahun 2022 dan 5 laporan pada 2023. Kajian naratif review ini menganalisis secara komprehensif konsep, implementasi, hambatan, dan dampak Performance-Based Budgeting (PBB) sebagai sistem manajemen pembiayaan dalam kerangka Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di Indonesia. Melalui telaah kritis terhadap 16 artikel yang sepenuhnya dapat diakses dari jurnal internasional terindeks Scopus/WoS dan jurnal nasional SINTA periode 2020–2025, kajian ini menemukan bahwa implementasi PBB yang konsisten mampu meningkatkan realisasi anggaran dari 78,2% menjadi 96,9% dalam empat tahun, bahwa tata kelola kolaboratif Dana BOS memperkuat akuntabilitas multi-aktor, dan bahwa kompetensi manajerial kepala sekolah adalah faktor penentu paling kritis keberhasilan PBB. Transformasi sistem keuangan sekolah menuju PBB merupakan keniscayaan strategis untuk mewujudkan pendidikan berkualitas, berkeadilan, dan akuntabel di Indonesia.
Model Manajemen Implementasi Project-Based Learning (PjBL) Skala Sekolah Fredy Mitra Rian Saputra; Chandra Hayati; Erik Dermawan; Aprida Mandacan; Eni Sri Sugiarti; Derlin Wakla; Mutoharoh
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni- Juli 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i4.9149

Abstract

Studi tersebut bermaksud buat mengkaji pola tata kelola penerapan Project-Based Learning (PjBL) pada lingkup lembaga guna melejitkan kecakapan era ke-21 murid mereka. Pembelajaran di masa siber mewajibkan alih rupa edukasi yang bukan cuma menitikberatkan ke bidang nalar, melainkan pula ke pembinaan watak serta kompetensi 4C, yaitu critical thinking, communication, creativity, dan collaboration. Model PjBL dipandang bisa mewujudkan pembelajaran yang pusatnya pada murid, aktif, kreatif, dan kontekstual sesuai dengan tuntutan Profil Pelajar Pancasila. Studi ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode systematic literature review (SLR). Data dikumpulkan lewat penelusuran artikel jurnal nasional terakreditasi menggunakan Google Scholar dan Publish or Perish 8. Sebanyak 12 artikel yang terbit pada tahun 2021–2026 dianalisis berdasarkan fokus penelitian, metode, keterampilan yang dikembangkan, dan efektivitas implementasi PjBL. Temuan riset mengindikasikan bahwa penerapan pola PjBL secara mangkus mampu menaikkan capaian edukasi murid, kapasitas menalar kritis, daya cipta, berinteraksi, dan kemitraan dalam proses pengajaran. Di samping itu, implementasi PjBL sanggup mewujudkan iklim pengajaran yang kian dinamis, baru, dan berkiblat pada siswa dibandingkan dengan pembelajaran tradisional yang tetap berciri teacher-centered. Oleh karena itu, skema tata kelola pelaksanaan Project-Based Learning (PjBL) dalam cakupan lembaga bisa berfungsi sebagai pilihan taktik pengajaran yang berhasil dalam menopang penumbuhan kecakapan masa ke-21 serta pencapaian Profil Pelajar Pancasila.