Muhammad Guntur Purboyo
Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komodifikasi sebagai Upaya Pelestarian Kebudayaan Tupping dengan Memanfaatkan Fungsi Komunitas Lokal di Desa Palembapang, Lampung Selatan Branden Jaya Tivantara; Muhammad Guntur Purboyo; Junaidi Junaidi; Alamsyah Alamsyah; Tatang Hermawan
Nengah Nyappur Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Nengah Nyappur: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nengahnyappur.v4i1.63

Abstract

Desa Palembapang memiliki potensi kebudayaan yang menonjol, salah satunya adalah kebudayaan tupping. Eksistensi kebudayaan direpresentasikan dengan aktifnya komunitas lokal kebudayaan, yaitu Sanggar Sai Buay. Namun, aktivitas kebudayaan yang aktif tidak selaras dengan agenda regenerasi kebudayaan di Desa Palembapang. Kebudayaan tupping memiliki nilai sakral sehingga hanya bisa diakses oleh hierarki adat Lampung tertentu. Hal ini juga menyebabkan keterpinggiran kebudayaan tupping tersebut. Oleh karena itu diperlukan upaya komodifikasi tupping agar kebudayaan tupping dapat diakses oleh siapa pun tanpa menghilangkan esensi kebudayaan tupping itu sendiri. Pengabdian oleh tim HMJ Sosiologi Universitas Lampung ini akan menjawab problematika tersebut dengan menawarkan kegiatan berupa pelatihan pembuatan inovasi tupping dengan bahan dasar kertas. Metode evaluasi pada kegiatan ini adalah dengan menggunakan evaluasi kuantitatif dan kualitatif. Metode evaluasi kuantitatif menggunakan evaluasi pre-test dan post-test dan evaluasi kualitatif menggunakan pengamatan saat proses praktik berlangsung dengan memperhatikan setiap detail dinamika kegiatan. Hasil evaluasi kuantitatif terdapat peningkatan pemahaman peserta sebesar 20,8% terkait wawasan tupping. Sedangkan evaluasi kualitatif adalah peserta dapat mempraktikkan pembuatan tupping dengan sangat baik sekaligus terdapat stimulasi untuk menambah inovasi tupping. Sehingga kegiatan ini akan meningkatkan peluang regenerasi pelaku pengrajin tupping di Desa Palembapang, Kalianda, Lampung Selatan. Kata Kunci: kebudayaan tupping, komodifikasi tupping, regenerasi
Optimalisasi Proses Preservasi dan Konservasi Berbasis pada Tradisi Lokal di Museum Kekhatuan Semaka Ifaty Fadliliana Sari; Muhammad Guntur Purboyo; Bartoven Vivit Nurdin; Azis Amriwan
Nengah Nyappur Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Nengah Nyappur: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nengahnyappur.v4i1.65

Abstract

Museum Kekhatuan Semaka merupakan museum yang telah berdiri lebih dari satu dekade. Pemeliharaan terhadap benda-benda peninggalan bersejarah dilakukan dengan memanfaatkan pengetahuan lokal masyarakat yang telah menjadi tradisi turun-temurun warisan nenek moyang. Adapun kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi lokal yang diterapkan dalam proses preservasi dan konservasi benda-benda di museum adat tersebut. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi dalam bentuk ceramah dan diskusi. Selain itu, pendampingan kepada para pengelola museum juga dilaksanakan sebagai bentuk optimalisasi. Hasilnya, masyarakat adat di Desa Sanggi Unggak Kabupaten Tanggamus mempunyai cara-cara tradisonal dalam merawat benda-benda di museum. Kegiatan preservasi dan konservasi telah dilakukan secara berkala dan sederhana dengan menggunakan bahan maupun alat yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Para pengelola museum adat juga menyelenggarakan acara-acara adat yang melibatkan masyarakat lokal yang dikemas dalam bentuk ritual adat untuk membersihkan benda-benda bersejarah. Ritual adat ini sekaligus menjadi langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian budaya Lampung.