Branden Jaya Tivantara
Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekayasa Sosial melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Desa Sungai Pitung, Kalimantan Selatan Branden Jaya Tivantara; Bartoven Vivit Nurdin; Ifaty Fadliliana Sari; Damar Wibisono
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 7, No 02 (2025): PADARINGAN : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pn.v7i02.14980

Abstract

The implementation of the Hasnur Centre Foundation Knitting KUBE in Sungai Pitung Village to create an economic ecosystem. The researcher used a social engineering study to analyze the implementation of the Knitting KUBE. The method used in this research. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques used were participant observation, in-depth interviews, and documentation. The results showed that there was social mapping and stakeholder coordination, group formation and capacity strengthening, and stakeholder coordination, group formation and capacity building, and action evaluation in the implementation of the Knitting KUBE by the Hasnur Centre Foundation. Social engineering improves the skills of its members and creates economic opportunities. However, there is a need to understand the characteristics of the community to prevent dependency on the program. With that, cultural development is needed to realize the mindset and cultural values of an advanced society. That is advanced. The discourse on cultural development can be translated through government policy by maximizing stakeholder collaboration in implementation.
Komodifikasi sebagai Upaya Pelestarian Kebudayaan Tupping dengan Memanfaatkan Fungsi Komunitas Lokal di Desa Palembapang, Lampung Selatan Branden Jaya Tivantara; Muhammad Guntur Purboyo; Junaidi Junaidi; Alamsyah Alamsyah; Tatang Hermawan
Nengah Nyappur Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Nengah Nyappur: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nengahnyappur.v4i1.63

Abstract

Desa Palembapang memiliki potensi kebudayaan yang menonjol, salah satunya adalah kebudayaan tupping. Eksistensi kebudayaan direpresentasikan dengan aktifnya komunitas lokal kebudayaan, yaitu Sanggar Sai Buay. Namun, aktivitas kebudayaan yang aktif tidak selaras dengan agenda regenerasi kebudayaan di Desa Palembapang. Kebudayaan tupping memiliki nilai sakral sehingga hanya bisa diakses oleh hierarki adat Lampung tertentu. Hal ini juga menyebabkan keterpinggiran kebudayaan tupping tersebut. Oleh karena itu diperlukan upaya komodifikasi tupping agar kebudayaan tupping dapat diakses oleh siapa pun tanpa menghilangkan esensi kebudayaan tupping itu sendiri. Pengabdian oleh tim HMJ Sosiologi Universitas Lampung ini akan menjawab problematika tersebut dengan menawarkan kegiatan berupa pelatihan pembuatan inovasi tupping dengan bahan dasar kertas. Metode evaluasi pada kegiatan ini adalah dengan menggunakan evaluasi kuantitatif dan kualitatif. Metode evaluasi kuantitatif menggunakan evaluasi pre-test dan post-test dan evaluasi kualitatif menggunakan pengamatan saat proses praktik berlangsung dengan memperhatikan setiap detail dinamika kegiatan. Hasil evaluasi kuantitatif terdapat peningkatan pemahaman peserta sebesar 20,8% terkait wawasan tupping. Sedangkan evaluasi kualitatif adalah peserta dapat mempraktikkan pembuatan tupping dengan sangat baik sekaligus terdapat stimulasi untuk menambah inovasi tupping. Sehingga kegiatan ini akan meningkatkan peluang regenerasi pelaku pengrajin tupping di Desa Palembapang, Kalianda, Lampung Selatan. Kata Kunci: kebudayaan tupping, komodifikasi tupping, regenerasi