Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efek Latihan Diapraghmatic Breathing Exercise Terhadap Saturasi Oksigen Pasien PPOK di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Tahun 2024 Wisnu Sadhana; Yulistiarini Yulistiarini
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 3 (2025): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i3.618

Abstract

Pendahuluan: Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit yang diderita oleh 300 juta penduduk dunia. 50% penderita PPOK saat datang untuk menjalani perawatan mengalami penurunan saturasi oksigen. Kondisi ini apabila tidak ditangani maka berakibat terhadap kerusakan pada sel tubuh sehingga dapat menimbulkan kematian. Pengembangan terapi bagi pasien PPOK yang mengalami penurunan saturasi oksigen saat ini terus dikembangkan, salah satunya yaitu menggunakan terapi diaphragmatic breathing exercise. Tujuan: ini yaitu mengetahui pengaruh diaphragmatic breathing exercise terhadap saturasi oksigen pasien PPOK di RSUD Jend. Ahmad Yani Metro. Metode: quasi experiment, rancangan Nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien PPOK. Sampel yang digunakan sebanyak 28 orang yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok yang diberi perlakuan dan kelompok kontrol. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan independent t test. Hasil: didapatkan didapatkan rata-rata satuasi oksigen pasien PPOK kelompok intervensi pretest 92,36±1,447 dan posttest 97,21±1,188. Sedangkan saturasi oksigen kelompok kontrol pretest yaitu 92,07±1,328 dan posttest 96,00±1,177. Hasil analisis independent t test didapatkan p-value 0,012 (p<0,05) artinya diaphragmatic breathing exercise terbukti berpengaruh terhadap perubahan saturasi oksigen pasien PPOK dengan selisih rata-rata. Simpulan: Metode latihan diaphragmatic breathing exercise terbukti bermanfaat untuk pasien PPOK dan diharapkan untuk menjadi salah satu terapi pendamping dalam manajemen PPOK.
PENCEGAHAN DAN PENANGANAN SKABIES MELALUI PENINGKATAN SANITASI DAN PERSONAL HYGIENE Wisnu Sadhana; Hardono
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol 5 No 2 (2025): JURNAL ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/y2wbkt10

Abstract

Latar Belakang: Andikpas di LPKA Kelas II Bandar Lampung memiliki risiko tinggi penularan skabies akibat hunian padat, sanitasi yang terbatas, dan kurangnya kebersihan diri (personal hygiene). Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku hidup bersih untuk menekan angka kejadian skabies. Metode: Kegiatan dilakukan melalui lima tahapan: koordinasi dan persiapan materi, skrining gejala skabies, penyuluhan kesehatan interaktif, peningkatan sanitasi lingkungan kamar hunian, serta penanganan kasus melalui pengobatan topikal. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil: Hasil pengabdian masyarakat yaitu terdapat peningkatan pemahaman andikpas yang signifikan mengenai pencegahan skabies. Peserta menunjukkan perubahan perilaku nyata, seperti kedisiplinan mandi, rutin mengganti pakaian/sprei, serta tidak lagi berbagi barang pribadi. Kebersihan fasilitas bersama dan kamar hunian juga meningkat secara drastis. Program edukasi berbasis sanitasi dan personal hygiene efektif meningkatkan derajat kesehatan andikpas. Keberlanjutan program memerlukan monitoring berkala dan penguatan peran kader kebersihan di lingkungan LPKA.
Phenomenological Study of Community Experience in Obtaining Services from Aubilee Health Center Atika Zainab; Wisnu Sadhana; Rizki Yeni Wulandari; Rika Damayanti; Abdullah Abdullah
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 7 No. 6 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i6.418

Abstract

Puskesmas Pembantu (Pustu) is the spearhead of basic health services in rural areas. However, the effectiveness of Pustu services is often affected by various factors such as the availability of staff, infrastructure, and community accessibility. This study aims to reveal in depth the community's experience in obtaining health services at Pustu. This study used a qualitative approach with a phenomenological study method. The research sample was selected by purposive sampling. Informants consisted of 11 people, namely the general public, cadres, and village officials who were selected purposively. Data collection was conducted through in-depth interviews, and data analysis followed Colaizzi's 7 steps. The study found six main themes: (1) positive and responsive staff attitudes are factors in community satisfaction, (2) limited schedules and staff attendance hamper access to services, (3) inadequate Pustu facilities reduce comfort, (4) referrals to the main Puskesmas are hampered by distance and transportation, (5) community expectations for an active and alert Pustu, and (6) the important role of village government in supporting service continuity. The existence of Pustu is very important for village communities, but service delivery still faces challenges in terms of service continuity, completeness of facilities, and accessibility.