Penuaan dini merupakan kondisi percepatan proses degenerasi kulit yang dapat dipicu oleh paparan radikal bebas, sehingga diperlukan intervensi berupa antioksidan topikal. Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) diketahui memiliki aktivitas antioksidan kuat, sehingga berpotensi dikembangkan dalam sediaan kosmetik anti-aging, salah satunya masker gel peel-off. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan serta mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi polivinil alkohol (PVA) terhadap karakteristik sediaan masker gel peel-off ekstrak daun salam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstraksi daun salam dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dengan perbandingan 1:10. Ekstrak yang diperoleh kemudian diformulasikan menjadi masker gel peel-off dengan variasi konsentrasi PVA, yaitu F1 (10%), F2 (12,5%), dan F3 (15%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, waktu mengering, viskositas, serta uji hedonik. Analisis data dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki homogenitas yang baik dengan warna dan bau yang seragam, namun berbeda dalam tekstur. Nilai pH berada pada rentang 5,12±0,15 hingga 5,41±0,10, daya sebar 5,05±0,32 hingga 6,14±0,05 cm, daya lekat 5,38±3,03 hingga 41,34±7,95 detik, waktu mengering 16,12±1,99 hingga 24,94±1,08 menit, serta viskositas 20139,9±25,35 hingga 20166,5±9,44 cPs. Uji hedonik menunjukkan bahwa formula F1 (PVA 10%) merupakan formula yang paling disukai panelis. Analisis statistik menunjukkan bahwa variasi konsentrasi PVA berpengaruh signifikan terhadap daya sebar, daya lekat, dan waktu mengering (p<0,05), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap pH dan viskositas (p>0,05).