Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengendalian Sediaan Farmasi dengan Metode ABC di Instalasi Farmasi RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan Andi Fadilla; Saidah Saidah; Fhahira Alifia; Andi Nur’ainun Reskia Pawallangi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1163

Abstract

Pengendalian persediaan farmasi merupakan aspek penting dalam manajemen instalasi farmasi rumah sakit untuk menjamin ketersediaan obat, mencegah kekosongan stok, mengurangi kelebihan persediaan, dan meningkatkan efisiensi anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian sediaan farmasi menggunakan metode ABC di Instalasi Farmasi RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari catatan penggunaan dan nilai investasi sediaan farmasi periode Januari sampai Desember. Metode ABC digunakan untuk mengelompokkan sediaan farmasi ke dalam tiga kelompok berdasarkan persentase item dan nilai investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok A terdiri dari rata-rata 5,524% item, tetapi menyerap 70,407% dari total investasi. Kelompok B terdiri dari 12,675% item dengan nilai investasi 20,052%, sedangkan kelompok C terdiri dari 81,800% item dengan nilai investasi hanya 9,475%. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian kecil item sediaan farmasi menyerap alokasi anggaran terbesar. Oleh karena itu, kelompok A memerlukan pengendalian ketat, kelompok B memerlukan pengendalian sedang, dan kelompok C memerlukan pemantauan sederhana namun tetap rutin. Metode ABC dapat mendukung perencanaan, pengadaan, dan pengendalian persediaan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sediaan farmasi di rumah sakit.
Overcoming Regulatory Barriers: A Narrative Review of Implementation Strategies and Cultural Challenges of Lean Six Sigma in a GMP Environment Fhahira Alifiya; Andi Fadilla
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.885

Abstract

Pharmaceutical manufacturing is required to achieve operational efficiency while strictly complying with Good Manufacturing Practice (GMP) regulations. This dual demand often limits process improvement initiatives. Lean Six Sigma (LSS) provides a structured management approach that integrates efficiency improvement with regulatory compliance. This narrative review aims to analyze LSS implementation strategies in pharmaceutical manufacturing from a management and regulatory perspective. A focused literature review was conducted using major scientific databases. Due to the limited number of empirical studies conducted in highly regulated GMP environments, five relevant case studies were selected and analyzed using a narrative reflection approach. The analysis focused on managerial strategies, regulatory constraints, and organizational culture influencing LSS implementation. The results show that LSS strengthens GMP compliance by providing data-driven justification for process changes through the DMAIC framework. Lean tools, particularly Value Stream Mapping, enable managers to identify non-value-added activities that are not mandated by regulation. However, cultural resistance and risk-averse organizational behavior remain significant challenges, requiring strong leadership and employee involvement. In conclusion, Lean Six Sigma is an effective management strategy for overcoming regulatory and cultural barriers in pharmaceutical manufacturing while supporting sustainable operational excellence and product quality.