Pengendalian persediaan farmasi merupakan aspek penting dalam manajemen instalasi farmasi rumah sakit untuk menjamin ketersediaan obat, mencegah kekosongan stok, mengurangi kelebihan persediaan, dan meningkatkan efisiensi anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian sediaan farmasi menggunakan metode ABC di Instalasi Farmasi RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari catatan penggunaan dan nilai investasi sediaan farmasi periode Januari sampai Desember. Metode ABC digunakan untuk mengelompokkan sediaan farmasi ke dalam tiga kelompok berdasarkan persentase item dan nilai investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok A terdiri dari rata-rata 5,524% item, tetapi menyerap 70,407% dari total investasi. Kelompok B terdiri dari 12,675% item dengan nilai investasi 20,052%, sedangkan kelompok C terdiri dari 81,800% item dengan nilai investasi hanya 9,475%. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian kecil item sediaan farmasi menyerap alokasi anggaran terbesar. Oleh karena itu, kelompok A memerlukan pengendalian ketat, kelompok B memerlukan pengendalian sedang, dan kelompok C memerlukan pemantauan sederhana namun tetap rutin. Metode ABC dapat mendukung perencanaan, pengadaan, dan pengendalian persediaan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sediaan farmasi di rumah sakit.
Copyrights © 2026