Jadiaman Parhusip
Teknik Informatika, Universitas Palangka Raya

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS PERBEDAAN INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE MAHASISWA PADA WEEKDAYS DAN WEEKEND: Jonathan Pratama Dinatha; Ahmad Iqbal; Jadiaman Parhusip
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 9 No. 1 (2025): JATI Vol. 9 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v9i1.12228

Abstract

Smartphone telah menjadi kebutuhan esensial di kalangan mahasiswa, tidak hanya sebagai alat komunikasi tetapi juga sebagai penunjang aktivitas perkuliahan, terutama dengan berkembangnya pembelajaran digital. Namun, intensitas penggunaan smartphone yang tinggi sering kali menimbulkan dampak negatif, seperti kecanduan, penurunan prestasi akademik, dan perubahan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan intensitas penggunaan smartphone mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) pada weekdays (hari kerja) dan weekend (hari libur) dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (literature review). Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder dari penelitian sebelumnya yang melibatkan 257 mahasiswa ITK sebagai responden yang dipilih dengan metode convenience sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan observasi langsung pada tanggal 9–12 Mei 2023. Analisis dilakukan secara kuantitatif melalui tiga tahapan utama, yaitu analisis statistik deskriptif, estimasi parameter dengan interval konfidensi, dan uji hipotesis menggunakan Uji Z. Hasil analisis menunjukkan rata-rata penggunaan layar smartphone sebesar 8,79 jam pada weekdays dan 8,71 jam pada weekend. Interval konfidensi dan uji hipotesis menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan dalam rata-rata durasi penggunaan layar smartphone pada kedua periode tersebut. Durasi penggunaan yang melebihi empat kali lipat dari rekomendasi ideal menunjukkan perlunya manajemen waktu yang bijak untuk mengurangi dampak negatif akibat penggunaan yang berlebihan
ANALISIS PROPORSI PENGGUNA INTERNET BERDASARKAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DI INDONESIA Azizah Shafa Budiman; Elizabeth Gracia Tumimomor; Dea Ekklesia Anastasia Saragih; Jadiaman Parhusip
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 9 No. 1 (2025): JATI Vol. 9 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v9i1.12304

Abstract

Pengguaan internet di Indonesia terus meningkat dari seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju. Namun, kesenjangan digital masih saja menjadi isu yang signifikan, terutaman pada karakteristik sosial ekonomi seperti usia, Pendidikan dan Wilayah terkhususnya masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan internet berdasarkan ketiga faktor tersebut. Data yang di ambil, merupakan data terbaru dalam 5 tahun terakhir. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa tingkat Pendidikan, usia dan Wilayah, dapat mempengaruhi secara signifikan terhadap akses internet. Studi ini memberikan informasi penting bagi kebijakan pemerintah dalam mempersempit kesenjangan digital melalui pendekatan yang berbasis inklusi sosial
ANALISIS TREN PENGELUARAN TELEKOMUNIKASI RUMAH TANGGA DI INDONESIA: STUDI PERIODE 2019-2022 Melinda Septa Natalina; Muhammad Bobby Frana; Jadiaman Parhusip
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 9 No. 1 (2025): JATI Vol. 9 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v9i1.12393

Abstract

Pengeluaran telekomunikasi rumah tangga di Indonesia telah mengalami peningkatan signifikan selama periode 2019–2022. Perubahan ini dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, perubahan gaya hidup, dan pandemi COVID-19 yang mempercepat adopsi layanan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren pengeluaran telekomunikasi rumah tangga di Indonesia serta faktor-faktor yang memengaruhi disparitas antarprovinsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif. Data sekunder diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pengeluaran telekomunikasi rumah tangga di Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan grafik tren untuk menggambarkan pola pengeluaran selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran telekomunikasi rumah tangga secara nasional meningkat sebesar 12,88% dari Rp4.624.067,07 pada tahun 2019 menjadi Rp5.219.491,90 pada tahun 2022. Wilayah dengan urbanisasi tinggi seperti DKI Jakarta mencatat pengeluaran tertinggi, sementara provinsi seperti Nusa Tenggara Timur mencatat pengeluaran terendah. Faktor utama yang memengaruhi peningkatan ini meliputi penetrasi teknologi, perubahan pola konsumsi, dan dampak pandemi. Peningkatan pengeluaran telekomunikasi mencerminkan pergeseran prioritas dalam anggaran rumah tangga yang kini lebih fokus pada layanan digital. Namun, kesenjangan antarprovinsi menunjukkan perlunya investasi dalam infrastruktur telekomunikasi di daerah terpencil. Penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan yang inklusif untuk mendukung pemerataan akses layanan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia.
ANALISIS PENERAPAN DISTRIBUSI T-STUDENT DALAM PENGOLAHAN DATA KECIL UNTUK ANALITIK DENGAN SISTEM INFORMATIKA Christanto Prastawa Tarigan; Gusti Nur Fajriansyah; Sandy Wirayudha Simatupang; Jadiaman Parhusip
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 9 No. 1 (2025): JATI Vol. 9 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v9i1.12424

Abstract

Distribusi t-Student telah menjadi alat statistik yang penting untuk menganalisis data kecil, terutama ketika varians populasi tidak diketahui. Latar belakang penelitian ini muncul dari kebutuhan untuk meningkatkan akurasi analisis data kecil, terutama dalam aplikasi informatika seperti pembelajaran mesin dan deteksi anomali. Dalam penelitian ini, distribusi t-Student diterapkan untuk mendukung analisis data kecil dalam sistem informatika. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan simulasi berbasis komputer untuk mengevaluasi efektivitas distribusi ini. Selain itu, distribusi t-Student digunakan untuk memprediksi pola dan menganalisis hubungan antar variable dalam sistem yang berbasis data kecil. Hasil pengujian menunjukkan bahwa distribusi t-Student memberikan peningkatan akurasi hingga 12% dibandingkan distribusi normal dalam konteks data kecil, serta mencapai tingkat ketepatan sebesar 92% dalam deteksi anomali jaringan komputer. Hasil ini membuktikan keunggulan distribusi t-Student dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data kecil dalam informatika.
ANALISIS KUALITAS DAN PENERAPAN SOFTWARE QUALITY ASSURANCE MENGGUNAKAN BLACK BOX TESTING PADA APLIKASI WEB EXPLORE PALANGKA RAYA Azizah Shafa Budiman; Jadiaman Parhusip
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 1 (2026): JATI Vol. 10 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i1.16610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas dan penerapan Software Quality Assurance (SQA) menggunakan metode Black Box Testing pada aplikasi web Explore Palangka Raya. Aplikasi ini dikembangkan sebagai sarana promosi destinasi wisata di Kota Palangka Raya berbasis web, sehingga diperlukan evaluasi kualitas untuk menjamin keandalan dan kenyamanan pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan dua metode utama, yaitu Black Box Testing untuk menguji fungsionalitas sistem dan kuesioner untuk menilai persepsi pengguna terhadap kualitas aplikasi berdasarkan standar ISO/IEC 25010. Responden penelitian terdiri dari 30 pengguna aktif yang meliputi wisatawan, mahasiswa, dan masyarakat umum. Hasil pengujian Black Box Testing menunjukkan bahwa seluruh fitur aplikasi, seperti navigasi, pencarian, tampilan peta, dan kolom ulasan, berfungsi dengan baik dengan tingkat keberhasilan 100% (Pass). Sementara itu, hasil analisis kuesioner menunjukkan skor rata-rata keseluruhan 4,01 dari skala 5, dengan aspek fungsionalitas dan usability memperoleh kategori “sangat baik”, serta reliabilitas dan efisiensi berkategori “baik”. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan Software Quality Assurance secara sistematis dan pengujian berbasis fungsi efektif dalam menjaga kualitas perangkat lunak, sekaligus meningkatkan kepuasan pengguna terhadap aplikasi web Explore Palangka Raya
PENGUKURAN USABILITY APLIKASI WEB MENGGUNAKAN SUS (SYSTEM USABILITY SCALE) DAN PENGUJIAN BLACK BOX PADA APLIKASI WEB EXPLORE PALANGKA RAYA Amelda Malia Hermawan; Jadiaman Parhusip
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 1 (2026): JATI Vol. 10 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i1.16612

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan internet mendorong pemanfaatan aplikasi web sebagai sarana penyampaian informasi publik, termasuk pada sektor pariwisata. Aplikasi web Explore Palangka Raya dikembangkan untuk menyajikan informasi destinasi wisata di Kota Palangka Raya secara digital. Namun, keberhasilan aplikasi ini tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan informasi, melainkan juga oleh tingkat usability yang memengaruhi kemudahan pengguna dalam mengakses fitur yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat usability aplikasi web Explore Palangka Raya menggunakan metode System Usability Scale (SUS). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan mengumpulkan data melalui kuesioner SUS yang diisi oleh 38 responden pengguna. Analisis dilakukan menggunakan skala Likert dan perhitungan standar SUS untuk memperoleh skor usability. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata sebesar 73,22, yang berada dalam kategori Acceptable, grade C (Good), dan adjective rating Good. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa aplikasi web Explore Palangka Raya cukup mudah digunakan dan telah memenuhi harapan pengguna, meskipun masih terdapat peluang perbaikan pada beberapa aspek antarmuka dan navigasi. Penelitian ini memberikan rekomendasi peningkatan kualitas tampilan, aksesibilitas, dan fungsi interaktif untuk mendukung pengalaman pengguna yang lebih optimal dalam eksplorasi wisata secara digital
ANALISIS KUALITAS APLIKASI GOOGLE CLASSROOM MENGGUNAKAN MODEL ISO/IEC 25010 BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA Candra Wijaya; Jadiaman Parhusip
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 1 (2026): JATI Vol. 10 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i1.16643

Abstract

Google Classroom merupakan salah satu aplikasi pembelajaran daring yang banyak digunakan dalam dunia  pendidikan untuk mendukung kegiatan pembelajaran mulai dari pengelolaan kelas, distribusi materi, serta proses penilaian tugas. Namun, kualitas aplikasi ini juga perlu dievaluasi secara terstruktur agar dapat memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas Google Classroom berdasarkan persepsi pengguna dengan menggunakan empat dimensi ISO/IEC 25010, yaitu Functionality, Reliability, Usability, dan Performance Efficiency. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada pengguna aktif Google Classroom. Analisis dilakukan melalui perhitungan skor rata-rata setiap dimensi untuk menentukan tingkat kualitas aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Google Classroom memiliki kualitas yang tergolong Baik dengan nilai rata-rata keseluruhan 3.96, di mana dimensi Functionality memperoleh nilai tertinggi yaitu 4.32 (Sangat Baik), sedangkan dimensi Reliability, Usability, dan Performance Efficiency berada pada kategori Baik. Temuan ini menunjukkan bahwa Google Classroom telah memenuhi kebutuhan pembelajaran, meskipun peningkatan pada aspek kestabilan sistem tetap diperlukan