Julius Sutrisno
Bisnis Digital, Universitas Bunda Mulia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TRANSFORMASI PENGALAMAN KONSUMEN DALAM KAMPANYE “BELI LOKAL” PADA TIKTOK SHOP SETELAH INTEGRASI DENGAN TOKOPEDIA Antonius Felix; Julius Sutrisno
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 1 (2026): JATI Vol. 10 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i1.16715

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengalaman konsumen dalam program "Beli Lokal" di TikTok Shop. Latar belakang dari penelitian ini adalah perkembangan teknologi yang mengubah gaya hidup masyarakat, terutama generasi Z, ke arah yang lebih konsumtif melalui belanja online. TikTok Shop muncul sebagai platform e-dagang yang menghubungkan penjual, pembeli, dan kreator. Meskipun awalnya mendapat dukungan, TikTok Shop kemudian ditutup sementara waktu karena dampak negatifnya terhadap UMKM lokal. Namun, kemudian TikTok bermitra dengan Tokopedia untuk membuka kembali TikTok Shop dengan fokus pada "beli lokal" untuk mempromosikan produk UMKM lokal Indonesia.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman pelanggan dalam program "Beli Lokal" di TikTok Shop. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dan wawancara dengan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi keputusan konsumen di media sosial seperti TikTok Shop meliputi review produk, interaksi dengan media sosial, citra merek, dan iklan yang disajikan. Pengalaman pelanggan yang positif dalam program "Beli Lokal" di TikTok Shop dapat mendorong minat dan loyalitas konsumen terhadap produk lokal Indonesia. 
MENGAPA KONSUMEN DI KOTA AMBON MEMILIH SHOPEE? ANALISIS PENGARUH TAGLINE GRATIS ONGKIR DALAM MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN DI TENGAH PERSAINGAN PLATFORM DIGITAL Antonius Felix; Selly Swandari; Agung Stefanus Kembau; Devi Yurisca; Julius Sutrisno; Rafaela Marsyel Dermawan
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 1 (2026): JATI Vol. 10 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i1.16711

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh tagline “gratis ongkir” terhadap keputusan pembelian konsumen Shopee di Kota Ambon, wilayah Indonesia Timur yang memiliki biaya logistik relatif tinggi. Persaingan e-commerce mendorong penggunaan tagline gratis ongkir sebagai strategi komunikasi pemasaran untuk mengurangi hambatan biaya pengiriman, namun dalam praktiknya kerap terjadi ketidaksesuaian antara pesan promosi dan implementasi. Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris pengaruh tagline tersebut terhadap keputusan pembelian. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana untuk menguji hubungan kausal antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tagline “gratis ongkir” berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan koefisien regresi sebesar 0,228 dan nilai signifikansi 0,016. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi positif terhadap promosi gratis ongkir berkontribusi dalam mendorong keputusan pembelian, terutama pada wilayah dengan ongkos kirim tinggi. Oleh karena itu, efektivitas strategi komunikasi pemasaran e-commerce perlu didukung oleh konsistensi implementasi agar mampu menjaga kepercayaan konsumen
INTEGRASI AGILE SDLC DALAM PERANCANGAN UI/UX APLIKASI BABYSITTER BERBASIS MOBILE: Julius Sutrisno; Evelyn Carolina Riyantoama; Vania Marcella Tamin
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 1 (2026): JATI Vol. 10 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i1.17522

Abstract

Penggunaan jasa babysitter semakin meningkat seiring dengan kebutuhan orang tua modern yang memiliki keterbatasan waktu, namun proses pencarian, pemesanan, dan komunikasi dengan babysitter masih menghadapi kendala seperti kurangnya informasi terpercaya, ketidakefisienan, dan rendahnya transparansi. Penelitian ini bertujuan mengatasi permasalahan tersebut dengan merancang User Interface (UI) dan User Experience (UX) aplikasi babysitter berbasis mobile bernama Repmine. Pendekatan Agile Software Development Life Cycle (SDLC) diterapkan untuk memastikan pengembangan yang responsif terhadap kebutuhan pengguna, dengan data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terhadap orang tua untuk mengidentifikasi kebutuhan dan preferensi pengguna. Tahap perancangan sistem dilaksanakan menggunakan berbagai model visual seperti flowchart, user stories, use case diagram, sequence diagram, BPMN, dan class diagram, yang diikuti dengan pembuatan mockup antarmuka. Hasil penelitian berwujud desain UI/UX komprehensif untuk aplikasi Repmine yang mencakup fitur-fitur utama seperti registrasi, pencarian dan pemilihan babysitter, pemesanan, pembayaran, komunikasi, dan sistem ulasan. Integrasi Agile SDLC terbukti mampu menghasilkan desain yang lebih responsif dan berpusat pada pengguna, sebagaimana terwujud dalam mockup aplikasi yang dihasilkan.
KETERLIBATAN ALGORITMA DI ATAS IKATAN AUTENTIK: PERAN MEDIA SOSIAL YANG TERUS BEREVOLUSI Reynard J.N Makarawung; Julius Sutrisno; Derick Raditya
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 1 (2026): JATI Vol. 10 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i1.17556

Abstract

Media sosial telah berevolusi dari sarana koneksi interpersonal menjadi platform yang didominasi oleh kurasi algoritma. Permasalahan utama muncul ketika prioritas pada metrik keterlibatan (algorithmic engagement) mulai mengikis autentisitas relasional dan kepercayaan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketegangan antara optimalisasi algoritma dan pelestarian ikatan sosial yang tulus. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap 50 studi empiris dan teoretis berkualitas tinggi yang diseleksi dari 1.050 publikasi menggunakan protokol PRISMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun algoritma efektif meningkatkan monetisasi dan aktivitas, hal tersebut berdampak negatif pada kesehatan mental dan memicu polarisasi melalui ruang gema. Sebaliknya, interaksi berbasis autentisitas terbukti meningkatkan kesejahteraan pengguna. Studi ini menyimpulkan perlunya desain algoritma yang etis dan peningkatan literasi digital untuk menyeimbangkan metrik bisnis dengan kualitas hubungan sosial