Hilda Sifalia Nurlatifah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Implementasi Bimbingan dan Konseling Terhadap Tiga Sekolah di Jawa Tengah dengan Status Pembelajaran Daring Hilda Sifalia Nurlatifah; Silvia Rahmawati; Himmatur Rofi’ah; Hilda Sifalia Nurlatifah; Silvia Rahmawati; Himmatur Rofi’ah; Bunga Ihda Norra
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 11 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v1i112021p879-887

Abstract

Adanya perubahan sistem belajar dari pembelajaran luring ke pembelajaran daring akibat pandemi, memaksa semua aktivitas yang berhubungan dengan pendidikan dilaksanakan secara online, termasuk dalam memberikan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa. Terkait hal itu, penelitian ini dirancang untuk memahami dan memaparkan peran guru BK dalam layanan bimbingan konseling pada siswa di masa pandemi, serta tanggapan siswa mengenai pelayanan yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode mixed method design sequence. Metode ini dipilih dengan tujuan agar hasil yang didapatkan lebih akurat dan maksimal. Pendekatan kualitatif dirancang untuk mengetahui cara BK bekerja di sekolah. Sedangkan pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengetahui berapa banyak siswa yang memanfaatkan layanan konseling dan ada tidaknya layanan bimbingan dan konseling yang ditawarkan oleh guru BK di masa pandemi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam, studi deskriptif, observasi, dokumentasi, dan menggunakan observasi tes tulis dengan pengisian lewat google form. Dari wawancara dan kuisioner dari tiga guru dan sembilan siswa di tiga sekolah berbeda, didapatkan hasil bahwa layanan bimbingan dan konseling tetap dilakukan di masa pandemi dengan memanfaatkan media digital seperti WhatsApp dan Google Classroom. Namun, jika dirasa kurang memuaskan, maka akan dilanjutkan dengan melakukan kunjungan ke rumah siswa yang berkaitan. Sedangkan untuk hasil tanggapan siswa mengenai layanan bimbingan dan konseling, beberapa siswa ternyata tidak mengetahui informasi layanan dan tidak pernah melakukan Bimbingan Konseling, sehingga perlu adanya penyebaran informasi secara merata kepada siswa. Dan beberapa yang lain mengetahui layanan tersebut, tetapi malu untuk melakukan bimbingan dan konseling, karena berpikir hanya siswa yang bermasalah yang melakukan bimbingan dan konseling.