Sadono, Teguh Priyo
Magister Ilmu Komunikasi Program Pascasarjana Universitas Bunda Mulia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSONAL BRANDING DALAM KOMUNIKASI SELEBRITIS (STUDI KASUS PERSONAL BRANDING ALUMNI ABANG NONE JAKARTA DI MEDIA SOSIAL “INSTAGRAM”) Ievansyah, Ievansyah; Sadono, Teguh Priyo
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 4, No 02 (2018): Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.805 KB) | DOI: 10.30813/bricolage.v4i02.1346

Abstract

Abang None merupakan sebutan untuk Duta Pariwisata DKI Jakarta. Peneliti melihat adanya fenomena transformasi diri dari duta pariwisata menjadi seorang selebritis. Fenomena ini mengacu pada studi kasus yang dialami oleh Maudy Koesnaedi, Bangpen, dan Shabina Gianti. Peneliti ingin mengetahui proses pengelolaan personal branding yang ingin mereka bentuk, dan sampaikan ke publik lewat media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan studi kasus deskriptif, yang berangkat dari paradigma Post Positivisme. Konsep yang digunakan adalah personal branding, dan dipertajam dengan teori Communication Private Management (CPM Theory). Teknik pengumpulan datanya ialah observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi. Konsep personal branding yang dikemukakan oleh Peter Montoya, mengacu pada delapan hukum, yaitu hukum spesialisasi (the law of specialization), hukum kepemimpinan (the law of leadership), hukum kepribadian (the law ofpersonality), hukum perbedaan (the law of distinctiveness), hukum kenampakan (the law of visibility), hukum kesatuan (the law of unity), hukum keteguhan (the law of persistence), dan hukum maksud baik (the law of good will). Dari kedelapan hukum ini, peneliti melihat bahwa ketiga narsumber memiliki keistimewaan yang berbeda-beda, konsisten dalam mengelola personal branding, dan mampu menunjukkan etika yang baik dalam sosial. Teori Communication Private Management (CPM Theory), yang dikemukakan oleh Sandra Petronio, memiliki lima asumsi dasar untuk melihat bagaimana mereka mengelola informasi yang bersifat pribadi di wilayah publik. Lima asumsi itu ialah informasi privat, batasan privat, kontrol dan kepemilikan, sistem manajemen berdasarkan aturan, dan dialektika manajemen. Ketiga narasumber secara garis besar sudah mengetahui batasan privasi mereka dengan publik, sehingga mereka memahami informasi yang boleh dan tidak untuk dibagikan kepada publik. Mereka memiliki manajemen yang baik, antara mereka dan netizen. Peneliti berharap semoga penelitian selanjutnya bisa lebih mengembangkan konsep personal branding, dan teori CPM. Semoga penelitian ini bisa menjadi rujukan, untuk dikembangkan lebih baik lagi dari segala aspek.Kata Kunci: Personal Branding, Abang None, Selebritis, Instagram
KOMODIFIKASI NILAI NASIONALISME SEBAGAI IDENTITAS SOSIAL MELALUI TETRALOGI STAND UP COMEDY PANDJI PRAGIWAKSONO Yudhi, Lim; Sadono, Teguh Priyo
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 4, No 02 (2018): Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.805 KB) | DOI: 10.30813/bricolage.v4i02.1343

Abstract

Pandji Pragiwaksono selama menekuni karirnya di bidang stand up comedy telah menggelar empat tour stand up comedy show yang masing-masing berjudul “Bhinneka Tunggal Tawa”, “Merdeka Dalam Bercanda”, “Mesakke Bangsaku”, dan “Juru Bicara”. Seluruh materi yang dibawakan oleh Pandji seputar isu-isu sosial yang hadir dalam kehidupan bangsa Indonesia. Pandji berharap dapat memberikan perspektif baru kepada bangsa Indonesia untuk menjaga semangat nasionalisme dalam setiap stand up special-nya. Materi stand up comedy yang ditampilkan oleh Pandji selalu sarat dengan dunia politik. Hal ini juga terlihat melalui beberapa karya tulisannya di blog pribadinya yang selalu membahas isu-isu sosial politik. Sosok Anies Baswedan muncul dalam beberapa tulisan Pandji Pragiwaksono selama masa kampanye pilgub DKI Jakarta 2017 putaran pertama. Pandji menggelar tur-nya yang diberi judul “Juru Bicara” sekaligus ia saat itu menjadi juru bicara dari pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Setiap materi stand up comedy yang dibawakan oleh Pandji selalu dibahas kembali melalui blog pribadinya. Pandji membahas bahwa solusi dari setiap permasalahan sosial yang ada di Indonesia adalah masih kurangnya kualitas pendidikan di Indonesia. Solusinya adalah butuh sosok yang dapat membawa perubahan tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. produksi wacana kepentingan politik di balik setiap materi stand up Pandji Pragiwaksono yang mengemas nilai nasionalisme sebagai identitas sosial menjadi sebuah komoditas di balik tetralogi stand up tour Pandji Pragiwaksono. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan melalui AWK Teun A. van Dijk secara kritis, kepentingan politik yang dijual dengan mengemas nilai nasionalisme sebagai sebuah komoditas ideologi sebagai sebuah proses komodifikasi dalam memproduksi wacana kampanye politik melalui proses reproduksi materi stand up comedy dari setiap pertunjukkan stand up comedy special tour yang dibawakan oleh Pandji Pragiwaksono.Kata Kunci: Stand up comedy, Komodifikasi, Nasionalisme, Wacana Kritis