Nita Budiyanti
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Pasien Rawat Jalan Tentang Penggunaan Aplikasi Bethesda Mobile di Rumah Sakit Bethesda Tahun 2026 Fatma Aulia Ramadhanti; Arif Nugroho Triutomo; Anton Kristijono; Nita Budiyanti; Darsono
Journal of Health Information Management and Medical Record Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 2 No 1 ( Juni ) 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital di bidang kesehatan mendorong rumah sakit untuk mengadopsi sistem layanan berbasis mobile. Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta telah mengimplementasikan Aplikasi Mobile RS Bethesda sejak tahun 2018 sebagai sarana pendaftaran pasien secara online. Namun, capaian pendaftaran mandiri melalui aplikasi baru mencapai 46%, jauh di bawah target indikator sebesar 70%. Hal ini mengindikasikan masih rendahnya pengetahuan pasien terhadap keberadaan dan fitur aplikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien rawat jalan terhadap Aplikasi Mobile RS Bethesda, meliputi persentase pasien yang mengetahui keberadaan aplikasi, pemahaman terhadap fitur-fitur aplikasi, faktor-faktor yang berkaitan dengan tingkat pengetahuan, serta hambatan yang dialami pasien dalam menggunakan aplikasi. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Diperoleh sebanyak 100 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah melalui uji validitas. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif berupa frekuensi dan persentase dengan kategorisasi tingkat pengetahuan: baik (76–100%), cukup (56–75%), dan kurang (<56%). Penelitian ini menghasilkan gambaran tingkat pengetahuan pasien rawat jalan terhadap Aplikasi Mobile RS Bethesda berdasarkan dimensi tingkat tahu (know). Hasil penelitian dianalisis berdasarkan karakteristik responden meliputi jenis kelamin, pendidikan terakhir, usia, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan yang berkaitan dengan tingkat pengetahuan terhadap aplikasi. RS Bethesda perlu melakukan optimalisasi sosialisasi dan edukasi kepada pasien. Faktor karakteristik seperti usia, pendidikan, dan frekuensi kunjungan memiliki keterkaitan dengan tingkat pengetahuan pasien terhadap aplikasi. Diperlukan upaya peningkatan sosialisasi yang lebih terarah agar pemanfaatan Aplikasi Mobile RS Bethesda mencapai indikator yang ditetapkan.
Perancangan User Interface Sistem Pelepasan Informasi Dengan Metode Design Thinking di Rumah Sakit XYZ Malikah Auni Nurjeha Auni; Nita Budiyanti; Anton Kristijono; Arif Nugroho
Journal of Health Information Management and Medical Record Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 2 No 1 ( Juni ) 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/himmr.v2i1.3269

Abstract

Latar Belakang: Pelepasan informasi medis merupakan salah satu bentuk pelayanan rekam medis yang harus dilakukan secara tepat, efektif, dan tetap menjaga kerahasiaan data pasien. Berdasarkan hasil observasi di Rumah Sakit XYZ, proses pelepasan informasi medis masih dilakukan secara manual dengan rata-rata 70 permintaan per bulan dan ditemukan ketidakterbacaan tulisan dokter pada kolom diagnosis sehingga pelayanan kurang efektif dan efisien. Tujuan: Menghasilkan prototype user interface sistem pelepasan informasi medis di Rumah Sakit XYZ menggunakan metode Design Thinking. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan metode Design Thinking melalui tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta evaluasi usability menggunakan System Usability Scale (SUS) kepada 5 informan. Prototype user interface dikembangkan menggunakan Figma. Hasil: Pengguna membutuhkan sistem yang sederhana, mudah digunakan, terintegrasi, dan mampu mempercepat proses pelayanan. Prototype yang dihasilkan terdiri dari halaman login, daftar permohonan, formulir permohonan, verifikasi dokumen, pengisian diagnosis, serta cetak dokumen. Pengujian usability menggunakan SUS menunjukkan skor rata-rata 81 (Acceptable, Grade B, Excellent). Kesimpulan: User interface sistem pelepasan informasi medis berhasil dirancang menggunakan metode Design Thinking dan aplikasi Figma. Hasil pengujian SUS menunjukkan bahwa prototype memenuhi standar usability yang baik serta dapat digunakan sebagai dasar pengembangan pelepasan informasi medis berbasis elektronik di Rumah Sakit XYZ.
Evaluasi Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Wirobrajan Kota Yogyakarta Nita Budiyanti; Henry Farel Dewanto; Abdul Hadi Kadarusno; Primus Radixto Prabowo
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/jurmik.v5i1.328

Abstract

Puskesmas Wirobrajan telah menggunakan RME sejak bulan September 2023. Sejauh ini Puskesmas Wirobrajan belum pernah melakukan evaluasi terkait penggunaan RME. Perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui gambaran penggunaan RME di Puskesmas Wirobrajan dan untuk menemukan solusi dari permasalahan yang ada. Salah satu metode evaluasi untuk mengetahui seberapa besar tingkat penerimaan pengguna dalam penggunaan teknologi yaitu dengan menggunakan metode Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian ini menggambarkan hasil ealuasi penggunaan RME di Puskesmas Wirobrajan. Metode Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan responden merupakan perwakilan dari masing-masing unit pelayanan yang menggunakan rekam medis elektronik. Hasil Penelitian ini yaitu Evaluasi pada aspek kegunaan masuk dalam kategori Puas dengan skor 3,23, aspek kemudahan masuk dalam kategori Puas dengan skor 3,08, aspek sikap masuk dalam kategori Puas dengan skor 3,17, aspek minat masuk dalam kategori Sangat Puas dengan skor 3,27, aspek penggunaan masuk dalam kategori Sangat Puas dengan skor 3,33, dan tingkat kepuasan penggunaan rekam medis elektronik masuk dalam kategori Puas dengan skor 3,20. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Evaluasi penerapan RME pada aspek kegunaan, kemudahan, dan sikap masuk dalam kategori Puas, sedangkan pada aspek minat dan penggunaan masuk dalam kategori Sangat Puas. Secara keseluruhan tingkat kepuasan penggunaan RME masuk dalam kategori Puas.