Abdul Hadi Kadarusno
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Adopsi Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit X Tahun 2025 Windi Ayudhiaswari; Syarah Mazaya Fitriana; Abdul Hadi Kadarusno; Anton Kristijono
Journal of Health Information Management and Medical Record Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 2 No 1 ( Juni ) 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Digital Maturity Index (DMI) digunakan untuk menilai kematangan transformasi digital pelayanan kesehatan, termasuk Rekam Medis Elektronik (RME). Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul telah menerapkan RME sejak tahun 2022 dan mengalami peningkatan nilai DMI komponen RME hingga tahun 2025. Namun, gambaran adopsi RME berdasarkan komponen RME dalam DMI tahun 2025 belum diketahui secara mendalam. Tujuan: Mengetahui gambaran adopsi RME di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul Tahun 2025 berdasarkan aspek fungsi RME, patient-centered care, kedalaman RME, dan layanan personalisasi pasien. Metode Penelitian: Metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen checklist, observasi, studi dokumentasi, dan wawancara tidak terstruktur. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan penerapan RME di rumah sakit. Hasil Penelitian: Adopsi RME di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul memperoleh nilai DMI komponen RME sebesar 4,36 pada kategori managed. Aspek fungsi RME telah mendukung pencatatan dan pengelolaan data pasien secara elektronik. Aspek patient-centered care telah mendukung evaluasi kepuasan pasien. Aspek kedalaman RME telah mendukung pengelolaan data pasien secara lengkap, meskipun fitur clinical decision support, identifikasi pasien berbasis teknologi, dan informed consent elektronik belum optimal. Aspek layanan personalisasi pasien telah mendukung kemudahan akses pelayanan, tetapi akses resume medis pasien secara online masih dalam pengembangan. Kesimpulan: Adopsi RME di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul tahun 2025 telah berjalan baik dengan nilai DMI komponen RME sebesar 4,36 pada kategori managed. Pengembangan fitur pendukung keputusan klinis, identifikasi pasien berbasis teknologi, informed consent elektronik, dan akses informasi medis pasien secara online masih diperlukan. Kata Kunci: RME, DMI, Adopsi RME, Rumah Sakit, Nur Hidayah.
Tinjauan Keamanan Data Rekam Medis Elektronik Pada Aplikasi SIMRS Berdasarkan Aspek CIA TRIAD Di RS Bhayangkara Polda DIY Melvaya Shifa Roswidia; Abdul Hadi Kadarusno; Anton Kristijono; Syarah Mazaya Fitriana
Journal of Health Information Management and Medical Record Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 2 No 1 ( Juni ) 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/himmr.v2i1.3281

Abstract

Latar Belakang: Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan komponen penting dalam digitalisasi pelayanan kesehatan yang memerlukan keamanan informasi untuk melindungi data pasien. Keamanan informasi didasarkan pada prinsip CIA Triad yang terdiri dari kerahasiaan , integritas , dan ketersediaan . RS Bhayangkara Polda DIY telah menerapkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) sehingga diperlukan analisis keamanan data RME berdasarkan prinsip CIA Triad. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keamanan data rekam medis elektronik pada aplikasi SIMRS berdasarkan aspek CIA Triad di RS Bhayangkara Polda DIY. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang yang terdiri dari Kepala SIMRM, petugas administrasi/kasir, tenaga kesehatan dari beberapa unit pelayanan, serta satu informan triangulasi dari bagian teknologi informasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Pada aspek kerahasiaan telah diterapkan pengaturan hak akses melalui penggunaan username dan password sesuai peran pengguna, namun masih ditemukan penggunaan akun secara bersama. Pada aspek integritas telah diterapkan perubahan perubahan data, validasi pengisian data, serta pengaturan waktu perubahan data. Pada aspek ketersediaan SIMRS telah terintegrasi antar unit pelayanan dan didukung dengan backup data secara berkala, namun masih ditemukan kendala seperti gangguan sistem dan belum tersedianya UPS di beberapa unit. Kesimpulan: Penerapan keamanan data rekam medis elektronik pada aplikasi SIMRS berdasarkan aspek CIA Triad di RS Bhayangkara Polda DIY secara umum telah berjalan, namun belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan keamanan data, penyusunan SOP khusus, peningkatan kesadaran pengguna, dan pengembangan infrastruktur teknologi. Kata Kunci: Keamanan Data, Rekam Medis Elektronik, SIMRS, CIA Triad.