Syarah Mazaya Fitriana
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EVALUATION EVALUASI APLIKASI PENDAFTARAN DAN KONSULTASI ONLINE NIMA MEDICAL AND REHABILITATION CENTER BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN SYSTEM USABILITY SCALE (SUS) Syarah Mazaya Fitriana
JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI SETYA MEDIKA Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika
Publisher : Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.489 KB) | DOI: 10.56727/bsm.v6i1.49

Abstract

The development of information and communication technology has penetrated into the field of medical records, so that currently there are many health service facilities that use ICT to convert manual / paper medical records into electronic medical records. The Covid-19 pandemic brings a new trend in the world of health. Social restrictions on a large scale in order to suppress the transmission of this dangerous virus have changed the behavior of patients from many in-person examinations to electronic-based examinations. To measure the satisfaction and convenience of users of the Nima Medical and Rehabilitation Center application, the application needs to be evaluated in terms of ease of learning, ease of use, satisfaction and efficiency by using a questionnaire. The method used in measuring satisfaction is the usability scale system. The results of the assessment of the system usability scale method on the online registration and consultation application of the NIMA Medical And Rehabilitation Center received a score of 83 which means that this application is declared Acceptable, the grade scale is in category B, the Adjective rating is in the excellent category. In the assessment, the SUS Score Percentile Rank is in grade A so that this application can be used easily by users to get electronic-based consulting services and online registration.
ANALYSIS OF ACCURACY OF DIAGNOSIS CODES BASED ON ICD-10 OUTPUT PATIENTS AT SENTOLO I KULON PROGO HEALTH CENTER Syarah Mazaya Fitriana
JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI SETYA MEDIKA Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika
Publisher : Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56727/bsm.v8i1.120

Abstract

Kode diagnosis merupakan kode dari diagnosis penyakit yang ditentukan berdasarkan ICD-10. Kode diagnosis digunakan untuk pembuatan laporan, apabila kode tidak tepat maka informasi yang dihasilkan mempunyai validitas data yang rendah. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Puskesmas Sentolo I Kulon Progo pada tanggal 7 Desember 2021, dari 11 sampel rekam medis diperoleh sebanyak 5 (45,4%) rekam medis dengan kode tepat dan 6 (54,6%) rekam medis dengan kode tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pengkodean, persentase ketepatan dan ketidaktepatan, serta faktor penyebab ketidaktepatan kode diagnosis pasien rawat jalan di Puskesmas Sentolo I Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan rancangan penelitian cross sectional. Populasi subjek dalam penelitian ini adalah 11 orang bidan, 9 orang perawat umum, 1 orang perawat gigi, dan 1 orang triangulasi sumber yaitu perekam medis. Populasi objek dalam penelitian ini adalah rekam medis pasien rawat jalan pada periode bulan September sampai dengan November tahun 2021 yaitu sebanyak 6.354 rekam medis. Sampel subjek dalam penelitian ini yaitu 2 bidan, 2 perawat umum, dan 1 perawat gigi serta sampel objek sejumlah 98 rekam medis rawat jalan. Hasil penelitian menunjukkan, kegiatan pengkodean diagnosis dilakukan oleh bidan dan perawat yang memberikan pelayanan di poliklinik. Kode diagnosis yang tepat sebanyak 47 rekam medis dengan persentase 47,9% dan kode tidak tepat sebanyak 51 rekam medis dengan persentase 52,1%. Ketidaktepatan pemberian kode diagnosis tersebut disebabkan karena faktor man yaitu sumber daya manusia tidak memenuhi kompetensi perekam medis, beberapa petugas belum pernah mengikuti pelatihan terkait pengkodean diagnosis, dan belum dilakukan evaluasi terkait pengkodean diagnosis, faktor money yaitu belum ada anggaran untuk pelatihan pengkodean diagnosis, faktor materials yaitu kurang optimalnya penggunaan buku ICD-10, faktor machine yaitu di SIMPUS masih terdapat kode yang hanya sampai karakter ke-3 sehingga kurang spesifik, faktor methode yaitu kurang dilakukannya sosialisasi SOP terkait sistem pengkodean diagnosis, sedangkan untuk faktor environment, puskesmas sudah memiliki ventilasi yang sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan.
Gambaran Adopsi Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit X Tahun 2025 Windi Ayudhiaswari; Syarah Mazaya Fitriana; Abdul Hadi Kadarusno; Anton Kristijono
Journal of Health Information Management and Medical Record Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 2 No 1 ( Juni ) 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Digital Maturity Index (DMI) digunakan untuk menilai kematangan transformasi digital pelayanan kesehatan, termasuk Rekam Medis Elektronik (RME). Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul telah menerapkan RME sejak tahun 2022 dan mengalami peningkatan nilai DMI komponen RME hingga tahun 2025. Namun, gambaran adopsi RME berdasarkan komponen RME dalam DMI tahun 2025 belum diketahui secara mendalam. Tujuan: Mengetahui gambaran adopsi RME di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul Tahun 2025 berdasarkan aspek fungsi RME, patient-centered care, kedalaman RME, dan layanan personalisasi pasien. Metode Penelitian: Metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen checklist, observasi, studi dokumentasi, dan wawancara tidak terstruktur. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan penerapan RME di rumah sakit. Hasil Penelitian: Adopsi RME di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul memperoleh nilai DMI komponen RME sebesar 4,36 pada kategori managed. Aspek fungsi RME telah mendukung pencatatan dan pengelolaan data pasien secara elektronik. Aspek patient-centered care telah mendukung evaluasi kepuasan pasien. Aspek kedalaman RME telah mendukung pengelolaan data pasien secara lengkap, meskipun fitur clinical decision support, identifikasi pasien berbasis teknologi, dan informed consent elektronik belum optimal. Aspek layanan personalisasi pasien telah mendukung kemudahan akses pelayanan, tetapi akses resume medis pasien secara online masih dalam pengembangan. Kesimpulan: Adopsi RME di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul tahun 2025 telah berjalan baik dengan nilai DMI komponen RME sebesar 4,36 pada kategori managed. Pengembangan fitur pendukung keputusan klinis, identifikasi pasien berbasis teknologi, informed consent elektronik, dan akses informasi medis pasien secara online masih diperlukan. Kata Kunci: RME, DMI, Adopsi RME, Rumah Sakit, Nur Hidayah.
Tinjauan Keamanan Data Rekam Medis Elektronik Pada Aplikasi SIMRS Berdasarkan Aspek CIA TRIAD Di RS Bhayangkara Polda DIY Melvaya Shifa Roswidia; Abdul Hadi Kadarusno; Anton Kristijono; Syarah Mazaya Fitriana
Journal of Health Information Management and Medical Record Vol. 2 No. 1 (2026): Volume 2 No 1 ( Juni ) 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/himmr.v2i1.3281

Abstract

Latar Belakang: Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan komponen penting dalam digitalisasi pelayanan kesehatan yang memerlukan keamanan informasi untuk melindungi data pasien. Keamanan informasi didasarkan pada prinsip CIA Triad yang terdiri dari kerahasiaan , integritas , dan ketersediaan . RS Bhayangkara Polda DIY telah menerapkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) sehingga diperlukan analisis keamanan data RME berdasarkan prinsip CIA Triad. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keamanan data rekam medis elektronik pada aplikasi SIMRS berdasarkan aspek CIA Triad di RS Bhayangkara Polda DIY. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang yang terdiri dari Kepala SIMRM, petugas administrasi/kasir, tenaga kesehatan dari beberapa unit pelayanan, serta satu informan triangulasi dari bagian teknologi informasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Pada aspek kerahasiaan telah diterapkan pengaturan hak akses melalui penggunaan username dan password sesuai peran pengguna, namun masih ditemukan penggunaan akun secara bersama. Pada aspek integritas telah diterapkan perubahan perubahan data, validasi pengisian data, serta pengaturan waktu perubahan data. Pada aspek ketersediaan SIMRS telah terintegrasi antar unit pelayanan dan didukung dengan backup data secara berkala, namun masih ditemukan kendala seperti gangguan sistem dan belum tersedianya UPS di beberapa unit. Kesimpulan: Penerapan keamanan data rekam medis elektronik pada aplikasi SIMRS berdasarkan aspek CIA Triad di RS Bhayangkara Polda DIY secara umum telah berjalan, namun belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan keamanan data, penyusunan SOP khusus, peningkatan kesadaran pengguna, dan pengembangan infrastruktur teknologi. Kata Kunci: Keamanan Data, Rekam Medis Elektronik, SIMRS, CIA Triad.