Yuviandze Bafri Zulliandi
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kronologi Berbasis Surah dalam Penafsiran Al-Qur'an: Kajian Sinkronik-Diakronik Yuviandze Bafri Zulliandi
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v6i1.953

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pentingnya pendekatan kronologis dalam penafsiran Al-Qur'an, mengintegrasikan analisis sinkronik dan diakronik. Temuan menunjukkan bahwa pemahaman kontekstual terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dapat dicapai melalui urutan turunnya surah, yang mengungkap makna yang lebih dalam sesuai dengan konteks historis dan sosial. Penelitian ini juga menekankan evolusi metodologi penafsiran yang menggabungkan metode klasik dan modern, serta tantangan dalam menentukan urutan kronologis yang tepat. Dengan demikian, penafsiran berbasis kronologi sangat berharga untuk meningkatkan pemahaman ajaran Islam, mendorong pendekatan seimbang antara analisis sinkronik dan diakronik. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, menggabungkan analisis kualitatif dan kuantitatif. Peneliti melakukan tinjauan literatur terhadap tafsir klasik dan kontemporer untuk memahami metodologi yang digunakan dalam penafsiran Al-Qur'an. Analisis sinkronik dan diakronik diterapkan untuk memeriksa perubahan interpretasi Al-Qur'an seiring waktu. Pendekatan ini bertujuan mengidentifikasi pola serta pergeseran dalam penafsiran terkait dengan kronologi surah. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, menggabungkan analisis kualitatif dan kuantitatif. Peneliti melakukan tinjauan literatur terhadap tafsir klasik dan kontemporer untuk memahami metodologi yang digunakan dalam penafsiran Al-Qur'an. Analisis sinkronik dan diakronik diterapkan untuk memeriksa perubahan interpretasi Al-Qur'an seiring waktu. Pengumpulan data melibatkan observasi sistematis dan pengkodean teks, yang disusun menjadi matriks kode untuk analisis lebih lanjut. Pendekatan ini bertujuan mengidentifikasi pola serta pergeseran dalam penafsiran terkait dengan kronologi surah. Penelitian ini juga menekankan evolusi metodologi penafsiran yang menggabungkan metode klasik dan modern, serta tantangan dalam menetapkan urutan kronologis yang tepat. Pada akhirnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa penafsiran berbasis kronologi Al-Qur'an sangat berharga untuk meningkatkan pemahaman dan relevansi ajaran Islam, serta mendukung pendekatan seimbang yang menggabungkan analisis sinkronik dan diakronik.
THE TRANSFORMATION OF QUR'AN INTERPRETATION AND THE DYNAMICS OF TEXT AUTHORITY IN INDONESIA A CRITICAL ANALYSIS Yuviandze Bafri Zulliandi; Intan Wulansari; Nurul Aulia
MIYAH: Jurnal Studi Islam Vol. 21 No. 01 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/miyah.v21i01.1270

Abstract

The study of Quranic exegesis (tafsir) in Indonesia has undergone a significant transformation, reflecting the dynamic interplay between textual authority and socio-cultural contexts. The transformation of tafsir in Indonesia is not merely a scholarly pursuit, but also a reflection of the broader socio-political and cultural landscapes that shape the interpretation of the sacred text. This transformation is evident in the various approaches to tafsir, ranging from traditional methods to modern contextual analyses, which reveal the underlying epistemological frameworks and ideological stances of the interpreters. This research employs a qualitative approach with critical analysis to explore the evolution of interpretative authority and the shifts in hermeneutical strategies within the Indonesian context. The study concludes that the dynamics of Quranic textual authority in Indonesia are the result of a complex interaction between tradition, innovation, and socio-political forces.