Desi Sarli
Universitas Alifah Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Penjamah Makanan dalam Penerapan Hygiene Sanitasi Makanan di Rumah Makan Kelurahan Padang Pasir Tahun 2025 Wela Anggun Sari; Desi Sarli; Alkafi3
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): GJIK - Februari
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i1.2013

Abstract

Penerapan hygiene sanitasi makanan di rumah makan masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk di Kota Padang. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023, hanya 73% cakupan tempat pengolahan makanan yang memenuhi syarat hygiene sanitasi di Kota Padang. Berdasarkan data Puskesmas Padang Pasir, pada Kelurahan Padang Pasir tempat pengolahan makanan yang memenuhi syarat hygiene sanitasi hanya 66,67%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penjamah makanan dalam penerapan hygiene sanitasi makanan di rumah makan Kelurahan Padang Pasir tahun 2025. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan dari 13 s/d 19 Juni 2025 pada 21 rumah makan di Kelurahan Padang Pasir. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penjamah makanan di kelurahan Padang Pasir dan sampel sebanyak 52 penjamah makanan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dan lembar observasi dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 46,2% perilaku penjamah makanan kurang baik, 42,3% mempunyai tingkat pengetahuan rendah, 48,1% mempunyai sikap negatif, dan 40,4% memiliki pengawasan sanitasi yang kurang baik. Berdasarkan uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan (p=0,006) dan pengawasan (p=0,031) dengan perilaku penjamah makanan dalam penerapan hygiene sanitasi makanan. Serta tidak ada hubungan antara sikap (p=0,501) dengan perilaku penjamah makanan dalam penerapan hygiene sanitasi makanan tahun 2025.Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan pengawasan dengan perilaku penjamah makanan di rumah makan Kelurahan Padang Pasir tahun 2025. Diharapkan pihak puskesmas untuk melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada seluruh penjamah makanan tentang penerapan hygiene sanitasi makanan yang baik.
Pengaruh Terapi Bermain Puzzle Terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Pada Lansia Di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2025 Mutia Oktafiani; Desi Sarli; Tomi Jepisa
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Menulis - Maret
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i3.1071

Abstract

Lansia mengalami proses penuaan yang berdampak pada penurunan fungsi kognitif, seperti mudah lupa, lambat dalam berpikir, dan sulit berkonsentrasi. Penurunan ini dapat menurunkan kualitas hidup dan kemandirian lansia. Penelitian ini bertujuan diketahuinya ada pengaruh terapi bermain puzzle terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2025. Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakan desain pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian ini 27 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan sesuai kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari-Agustus pengumpulan data dilakukan 02-23 Juli 2025 menggunakan kuesioner Mini Mental State Examination (MMSE) dengan wawancara dan SOP bermain puzzle. Analisa data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Paired T-Test 0,000 (p<0,05) Hasil penelitian ini yaitu dengan uji Paired T-Test menunjukkan nilai p-value 0,000 (p< 0,05), yang mengindikasikan adanya pengaruh terapi bermain puzzle terhadap peningkatan fungsi kognitif lansia. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi bermain puzzle efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif lansia, dapat dijadikan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk mengurangi penurunan kognitif pada lansia. Diharapkan untuk pihak PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar dapat menggunakan terapi bermain puzzle ini sebagai salah satu kegiatan TAK.