Tomi Jepisa
Universitas Alifah Padang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

OPTIMIZING THE LEVEL OF KNOWLEDGE THROUGH DIGITAL LITERACY FOR COMMUNITIES SUFFERING FROM NON-COMMUNICABLE DISEASES Rifahatul Mahmudah; Setiadi Syarli; Deni Maisa Putra; Tomi Jepisa
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan (JPIK) Vol. 5 No. 1 (2026): JPIK - Juni 2026 Volume 5 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Alifah Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jpik.v5i1.129

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are the leading cause of death worldwide. The WHO reports that approximately 74% of global deaths are caused by NCDs, and in Indonesia, the figure reaches 76%. The increasing prevalence of NCDs, such as hypertension and diabetes mellitus, is also influenced by low health literacy and the public's ability to utilize digital information. This community service activity aims to optimize the knowledge level of NCD sufferers through a digital literacy approach in Korong Gadang Village, within the Kuranji Community Health Center (Puskesmas) working area. The implementation method includes education, demonstrations, and evaluation with post-implementation measurements based on digital media (PowerPoint and educational videos). The activity was conducted on December 23, 2025, involving 50 NCD sufferers. Results showed that the majority of respondents had a good level of knowledge after the intervention (68%), while 26% were in the adequate category and 6% were in the poor category. This community service activity demonstrates that digital literacy-based education is effective in increasing public understanding of NCD management. Thus, digital literacy can be a sustainable promotive and preventive strategy to support NCD control and improve the community's quality of life.
Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Stress Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Tahun 2025 Fadila; Setiadi Syarli; Tomi Jepisa
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): GJIK - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i2.2102

Abstract

Lansia adalah individu yang berusia di atas 60 tahun. Penuaan juga berdampak pada kondisi psikologis seperti stres. Indonesia sekitar 83,1% lansia mengalami stres diantaranya 49,2% mengalami tingkat stres sedang hingga sangat berat dan 33,9% berada dalam tingkat stres ringan. Sumatera barat lansia yang mengalami stres 18,5%. Salah satu terapi non farmakologi menurunkan tingkat stres terapi relaksasi otot progresif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Stres Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin tahun 2025. Metode pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan quasy eksperiment dengan desain one group pretest-postest. Penelitian ini telah dilakukan di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin pada bulan Maret-Agustus 2025. Pengumpulan data data dilakukan tanggal 07 – 11 Juli 2025. Populasi seluruh lansia di PSTW Sabai Nan Aluih berjumlah 110 dengan sampel 52 orang. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisa data univariat dan bivriat menggunakan Uji Paired T-Test Sample. Hasil penelitian didapatkan rata-rata stres sebelum diberikan terapi relaksasi otot progresif 24,67. Rata-rata stres sesudah diberikan terapi relaksasi otot progresif 13,42. Ada Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Stres Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin tahun 2025 (pvalue=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini terapi relaksasi otot progresif berpengaruh pada terhadap stres lansia Sabai Nan Aluih Sicincin. Diharapkan melalui pimpinan panti sosial tresna werdha dapat menambahkan program terapi relaksasi otot progresif yang dilakukan selama 3 hari berturut-turut selama 20 menit.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Self Care Behaviour Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Belimbing Padang Tahun 2025 Shelly Yonira Agustin; Tomi Jepisa; Willady Rasyid
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): GJIK - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i2.2224

Abstract

Self care behaviour atau perilaku perawatan diri, serangkaian tindakan dan keputusan yang diambil oleh individu untuk menjaga kesehatan, mencegah penyakit dan mengelola kondisi kesehatannya sendiri. Adapun dampak dari tidak melakukan self care behaviour pada penderita hipertensi dapat menyebabkan risiko terjadinya komplikasi kerusakan pada kardiovaskular, otak, dan ginjal sehingga menyebabkan terjadinya komplikasi beberapa penyakit, seperti stroke, jantung, gagal ginjal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self care behaviour pada penderita hipertensi di Puskesmas Belimbing Padang. Metode pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan analitik kolerasi dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21–30 April 2025. Penelitian ini telah dilakukan di Puskesmas Belimbing Padang pada bulan April 2025. Populasi seluruh penderita hipertensi yang datang berkunjung ke Puskesmas Belimbing Padang pada bulan September–November 2024 sebanyak 908 orang dengan sampel 90 orang, teknik pengambilan sampel accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisa data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan 53,3% memiliki self care behavior rendah, 51,1% memiliki keluarga tidak mendukung. Ada hubungan dukungan keluarga dengan self care behavior pada penderita hipertensi di Puskesmas Belimbing Padang (p value = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan dukungan keluarga dengan self care behaviour pada penderita hipertensi. Diharapkan kepada pihak puskesmas agar dapat melibatkan keluarga dalam peningkatan kepatuhan pasien dalam menjalani perawatan dan pengobatannya seperti memasukkan dukungan keluarga sebagai upaya promosi kesehatan pada pasien hipertensi.
Hubungan Self Efficacy Dengan Manajemen Diri Pada Lansia Hipertensi Di Puskesmas X Tahun 2025 Kharina Maharani; Tomi Jepisa; Helmanis Suci
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i2.1015

Abstract

Peningkatan jumlah lansia dapat menimbulkan berbagai masalah jika tidak diimbangi dengan kesejahteraan dan kesehatan, salah satunya penyakit hipertensi. Data Kementerian Kesehatan RI (2021) menunjukkan perkiraan jumlah kasus hipertensi di Indonesia sebanyak 309.620 kasus dan jumlah kematian akibat hipertensi sebanyak 427.218 kasus. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Padang (2022) penyakit hipertensi pada lansia sudah mencapai jumlah 156.870 kasus di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan manajemen diri pada lansia hipertensi di Puskesmas X tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Penelitian dilaksanakan bulan Maret-Juli 2025. Pengumpulan data tanggal 15 s/d 24 Juli 2025. Populasi penelitian adalah seluruh lansia hipertensi yang berkunjung ke Puskesmas X berjumlah 445 orang. Jumlah sampel sebanyak 82 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Self Efficacy To Manage Hypertension dan Hypertension Self Management Behavior Questioner. Data dianalisis dengan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden memiliki self efficacy rendah (64,6%) dan manajemen diri kurang baik (62,2%). Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan nilai P value = 0,000 (P value < 0,05) dimana terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan manajemen diri. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara self efficacy dengan manajemen diri pada lansia di Puskesmas X tahun 2025. Diharapkan kepada perawat dan tenaga kesehatan Puskesmas X dapat mengedukasi pentingnya self efficacy terhadap manajemen diri pada lansia hipertensi.
Pengaruh Terapi Bermain Puzzle Terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Pada Lansia Di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2025 Mutia Oktafiani; Desi Sarli; Tomi Jepisa
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Menulis - Maret
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i3.1071

Abstract

Lansia mengalami proses penuaan yang berdampak pada penurunan fungsi kognitif, seperti mudah lupa, lambat dalam berpikir, dan sulit berkonsentrasi. Penurunan ini dapat menurunkan kualitas hidup dan kemandirian lansia. Penelitian ini bertujuan diketahuinya ada pengaruh terapi bermain puzzle terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2025. Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakan desain pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian ini 27 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan sesuai kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari-Agustus pengumpulan data dilakukan 02-23 Juli 2025 menggunakan kuesioner Mini Mental State Examination (MMSE) dengan wawancara dan SOP bermain puzzle. Analisa data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Paired T-Test 0,000 (p<0,05) Hasil penelitian ini yaitu dengan uji Paired T-Test menunjukkan nilai p-value 0,000 (p< 0,05), yang mengindikasikan adanya pengaruh terapi bermain puzzle terhadap peningkatan fungsi kognitif lansia. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi bermain puzzle efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif lansia, dapat dijadikan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk mengurangi penurunan kognitif pada lansia. Diharapkan untuk pihak PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar dapat menggunakan terapi bermain puzzle ini sebagai salah satu kegiatan TAK.