Putri Damayanti
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Terapi Antikejang Tunggal dan Kombinasi pada Epilepsi Anak: Literature Review Sabila Ramadhani; Roro Rukmi Windi Perdani; Putri Damayanti; Rasmi Zakiah Oktarlina
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): GJIK - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i2.2200

Abstract

Epilepsi anak membutuhkan tata laksana farmakologis jangka panjang yang bertujuan menurunkan frekuensi kejang dengan efek samping seminimal mungkin. Terapi antikejang tunggal umumnya dipilih sebagai strategi awal karena regimen lebih sederhana, evaluasi respons lebih jelas, dan risiko interaksi obat lebih rendah. Namun, sebagian anak tetap mengalami kejang meskipun telah mendapat terapi awal yang adekuat, sehingga terapi kombinasi diperlukan pada kasus tertentu. Tinjauan literatur ini bertujuan menganalisis peran terapi antikejang tunggal dan kombinasi pada epilepsi anak, khususnya terkait frekuensi kejang, keamanan, kepatuhan, dan kualitas hidup. Metode disusun menggunakan kerangka PICO dan alur seleksi berbasis PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan melalui PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, Cochrane Library, dan laman pedoman klinis resmi untuk publikasi tahun 2021-2026. Sebanyak 14 artikel dan dokumen pedoman memenuhi kriteria kelayakan dan disintesis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa terapi antikejang tunggal tetap rasional sebagai pendekatan lini awal, sedangkan terapi kombinasi lebih tepat dipahami sebagai eskalasi terapi pada anak dengan kontrol kejang belum optimal. Perbedaan frekuensi kejang antara kedua kelompok terapi harus ditafsirkan dengan mempertimbangkan tipe kejang, etiologi, durasi penyakit, kepatuhan, komorbiditas, riwayat kegagalan terapi, dan derajat keparahan awal.
Hubungan Durasi Screen Time dengan Perilaku Makan pada Anak Usia 6–59 Bulan di Pekon Klaten, Kabupaten Pringsewu Eka Putri Rahmadhani; Ayu Tiara Fitri; Putri Damayanti; Wiwi Febriani; Ramadhana Komala
Jurnal Gizi Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jg.15.1.2026.1-10

Abstract

Anak-anak usia di bawah lima tahun merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang. Salah satu faktor yang kini banyak dikaitkan dengan perilaku makan anak adalah waktu paparan layar (screen time). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara waktu paparan layar dengan perilaku makan pada anak usia 6–59 bulan di Pekon Klaten, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah 101 ibu yang memiliki anak usia 6–59 bulan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Children Eating Behavior Questionnaire (CEBQ) dan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara waktu paparan layar dengan perilaku makan anak (r=0,097; p=0,343). Meskipun demikian, paparan layar yang tinggi berpotensi memengaruhi kebiasaan makan anak apabila tidak disertai pengawasan orang tua. Hasil ini menegaskan pentingnya pengaturan waktu penggunaan gawai serta pendampingan orang tua dalam membentuk perilaku makan sehat. Keyword: screen time, perilaku makan, anak usia dini, gawai, pola konsumsi