p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ADIMASKA
Okky Intan mawarni
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Apoteker dalam Meningkatkan Literasi Belanja Produk Kesehatan di E-Commerce bagi IRT Desa Duwet, Kediri Maharani Dwi Pratiwi; Prayoga Fery Yuniarto; Elsa Mahardika Putri; Okky Intan mawarni; Winartiana; Evi Nurul; Anis Akhwan Dhafin; Herman
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 2 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mavfpf13

Abstract

Pelayanan kefarmasian saat ini menuntut peran aktif apoteker dalam memberikan edukasi dan keamanan pasien (patient safety) dalam mengkonsumsi obat, tidak hanya di Apotek, tetapi juga dalam merespons tren gaya hidup digital masyarakat. Di Desa Duwet, Kecamatan Wates, kemudahan akses pembelian produk kesehatan, vitamin, dan suplemen melalui e-commerce belum diimbangi dengan literasi digital yang memadai pada kelompok Ibu Rumah Tangga (IRT). Hal ini menimbulkan risiko tinggi terhadap pembelian produk tanpa izin edar, substandar, atau palsu yang mengancam keselamatan keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan oleh apoteker dalam meningkatkan literasi digital farmasi para IRT agar mampu melakukan belanja produk kesehatan secara aman, rasional, dan legal di platform e-commerce. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pelayanan kefarmasian komunikatif-partisipatif. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan teknis mengenai kriteria obat/suplemen yang legal, pelatihan langsung (hands-on training) verifikasi produk menggunakan aplikasi BPOM Mobile, dan simulasi strategi memilih Apotek daring yang resmi. Keberhasilan kegiatan diukur melalui analisis hasil pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan mitra. Melalui pendampingan langsung oleh apoteker, diharapkan terjadi peningkatan pemahaman IRT mengenai risiko obat ilegal online dan perubahan perilaku dalam pengambilan keputusan pembelian produk kesehatan yang memprioritaskan legalitas. Intervensi apoteker dalam bentuk edukasi literasi digital di tingkat komunitas merupakan strategi efektif dalam memperluas jangkauan pelayanan kefarmasian untuk melindungi masyarakat dari bahaya produk farmasi ilegal di era digital.
Penyuluhan Kesehatan tentang Diabetes Melitus bagi Masyarakat di Puskesmas Kalidawir, Tulungagung Pulung Prabowo; Laili Vitria Adhitama; Maringan Lambert Pasaribu; Leny Witaning; Tantik Tandela; Okky Intan mawarni; Evi Nurul Hidayati
ADIMASKA (JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KESEHATAN) Vol 2 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/xcn8ez09

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang terus meningkat dan memerlukan upaya promotif serta preventif di tingkat pelayanan kesehatan primer. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan kepada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kalidawir, Tulungagung, agar peserta memahami penyakit diabetes melitus serta mampu menerapkan upaya pencegahan dan pengelolaan penyakit dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6 April 2026 di halaman Puskesmas Kalidawir dengan sasaran pasien diabetes melitus yang berada di lingkungan puskesmas. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi, dengan leaflet sebagai media penyuluhan. Ceramah digunakan untuk menyampaikan materi secara sistematis, sedangkan diskusi digunakan untuk memberikan kesempatan kepada peserta dalam mengajukan pertanyaan dan memperjelas materi yang belum dipahami. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan dapat dilaksanakan dengan baik dan menjadi sarana edukasi kesehatan yang relevan di lingkungan puskesmas. Penggunaan metode ceramah, diskusi, dan leaflet mendukung penyampaian informasi secara lebih mudah dipahami oleh peserta. Kegiatan ini dapat menjadi salah satu bentuk upaya promotif dan preventif dalam mendukung pengendalian diabetes melitus di masyarakat