Aulia Novika
Universitas Islam Negeri Salatiga

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tantangan Integrasi Data dan Koordinasi Antar Lembaga Pengelola ZISWAF di Indonesia Aulia Novika; Ahmad Mifdlol Muthohar
Mumtaz: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 5 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/mumtaz.v5i2.1728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fragmentasi kelembagaan pengelola Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) di Indonesia, mengidentifikasi tantangan integrasi data dan koordinasi program, serta merumuskan collaborative governance sebagai pendekatan penguatan tata kelola. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui penelusuran literatur dari berbagai database ilmiah dan dianalisis menggunakan teknik thematic content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan ZISWAF di Indonesia masih mengalami fragmentasi kelembagaan yang ditandai dengan lemahnya integrasi antar lembaga seperti BAZNAS, LAZ, dan BWI, serta belum adanya sistem data nasional yang terintegrasi. Kondisi ini menyebabkan ketidaktepatan sasaran distribusi, duplikasi program, serta rendahnya efektivitas koordinasi. Selain itu, digitalisasi yang dilakukan secara parsial belum mampu mengatasi masalah integrasi karena belum adanya standar data dan interoperabilitas sistem. Penelitian ini menemukan bahwa collaborative governance merupakan pendekatan yang relevan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui penguatan shared vision, shared database, joint planning, dan joint monitoring and evaluation. Dengan demikian, penguatan tata kelola ZISWAF memerlukan integrasi kelembagaan dan sistem berbasis kolaborasi lintas aktor untuk meningkatkan efektivitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan distribusi kesejahteraan masyarakat.
Skema Multiakad pada Kartu Kredit Syariah Aulia Novika; Qi Mangku Bahjatulloh
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v11i1.29934

Abstract

Perkembangan produk keuangan syariah di Indonesia mendorong lahirnya kartu kredit syariah sebagai instrumen pembayaran nontunai modern yang mengintegrasikan beberapa akad (multiakad), yaitu ijarah, kafalah, dan qardh. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang berfokus pada satu akad atau kartu kredit konvensional, penelitian ini mengkaji implementasi multiakad secara komprehensif dalam kartu kredit syariah serta kesesuaiannya dengan prinsip syariah, seperti transparansi, keadilan, dan perlindungan harta (hifz al-mal). Penelitian ini bertujuan menganalisis sinergi antarakad, mekanisme biaya dan kompensasi, serta dampak sosial-ekonomi kartu kredit syariah bagi pengguna dan lembaga keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka deskriptif-analitis terhadap jurnal akademik, fatwa syariah (DSN-MUI), dan publikasi relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad ijarah menghasilkan pendapatan melalui biaya jasa, kafalah berfungsi sebagai mekanisme penjaminan dengan kompensasi yang diperbolehkan, dan qardh menyediakan pembiayaan tanpa bunga sehingga memperkuat kepatuhan syariah. Selain itu, biaya keterlambatan pembayaran (ta’widh) dialokasikan untuk program sosial yang bermanfaat. Implikasi kebijakan menekankan pentingnya transparansi biaya, manajemen risiko yang efektif, dan edukasi pengguna guna meminimalkan risiko utang berlebihan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sistem pembayaran syariah yang adil, efisien, dan bertanggung jawab secara sosial. Kata kunci: kartu kredit syariah, multiakad, ijarah, kafalah, qardh
Peran Akad Murabahah dalam Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Aulia Novika; Nafis Irkhami; Rina Rosia
Maro: Jurnal Ekonomi Syariah dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/maro.v9i1.16865

Abstract

Isu pembangunan berkelanjutan semakin menguat karena menuntut keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, sehingga memerlukan instrumen keuangan yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga keberlanjutan. Penelitian ini mengkaji peran akad Murabahah dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), dengan menyoroti kesenjangan penelitian terdahulu yang cenderung menitikberatkan pada aspek profitabilitas dan kepatuhan syariah tanpa mengkaji kontribusi keberlanjutannya secara komprehensif. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana praktik akad Murabahah berkontribusi terhadap pencapaian SDGs serta faktor-faktor yang mendukung peran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan pendekatan studi pustaka sebagai lokus pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Murabahah, melalui pembiayaan UMKM, penguatan sektor riil, dan pendanaan proyek ramah lingkungan, berkontribusi terhadap pencapaian SDG 8, SDG 9, dan SDG 10. Temuan penelitian ini menawarkan kebaruan berupa pemetaan integratif Murabahah sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi berorientasi keberlanjutan serta pengembangan model Murabahah yang lebih inklusif sebagai agenda penelitian selanjutnya.