Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan Meaningful Learning terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V Sekolah Dasar. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kemampuan siswa dalam memahami materi secara mendalam serta kurangnya keterampilan berpikir kritis dalam mengaitkan konsep dengan kehidupan nyata. Pendekatan Meaningful Learning diyakini dapat membantu siswa mengaitkan pengetahuan baru dengan pengalaman sebelumnya, sehingga proses belajar menjadi lebih aktif dan bermakna. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas V SDN Pandanwangi 4 Kota Malang. Instrumen yang digunakan meliputi tes hasil belajar dan angket kemampuan berpikir kritis. Teknik analisis data mencakup uji paired sample t-test, analisis regresi linier sederhana, dan uji jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Meaningful Learning memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, kemampuan berpikir kritis terbukti memediasi hubungan antara pendekatan Meaningful Learning dan hasil belajar, yang berarti pendekatan ini dapat meningkatkan hasil belajar baik secara langsung maupun tidak langsung melalui peningkatan kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, Meaningful Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan berpikir kritis berperan sebagai mediator penting dalam peningkatan hasil belajar. Pendekatan ini dapat menjadi strategi alternatif pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi abad ke-21 di sekolah dasar.