Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penerapan Metode PDCA Untuk Meminimalisir Komplain Delaminasi Produk Oilpack Di PT XYZ Nazwa Febriyan; Arrahmah Aprilia; Alfred Setyahadi
Kreator Vol. 12 No. 2 (2025): Kreator
Publisher : P3M Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/kreator.v12i2.1735

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of implementing the PDCA (Plan-Do-Check-Act) method in reducing delamination complaints in Oilpack products at PT XYZ. Delamination is a type of defect that significantly affects product quality and customer satisfaction. Through the PDCA stages, this research identifies the main causes of delamination, such as raw material quality and inconsistencies in the production process. Corrective actions were then implemented, including improved quality control and employee training. Evaluation was conducted by comparing complaint data before and after the improvements. The results show a decrease in the number of complaints, indicating that the PDCA method is effective in enhancing quality control and production process efficiency. Therefore, PDCA is considered an appropriate approach for continuous improvement efforts in the manufacturing industry.
Implementasi Ergovision Berbasis Computer Vision Sebagai Upaya Deteksi Dini Risiko Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja Kreatif Animator Di Kota Malang Ahmad Mauludi; Rini Dewi; Antinah Latif; Meisi Riana; Angga Firmanto; Arrahmah Aprilia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v5i2.1980

Abstract

Abstrak: Pekerja kreatif, khususnya animator, dihadapkan pada risiko tinggi gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) akibat tuntutan kerja yang melibatkan postur statis berkepanjangan dan gerakan repetitif. Di Kota Malang, yang berkembang pesat sebagai sentra industri animasi, kesadaran akan ergonomi dan akses terhadap alat evaluasi postur kerja masih minim. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ergonomi serta mengimplementasikan teknologi deteksi dini risiko MSDs bernama "ErgoVision" yang berbasis Computer Vision. Metode pelaksanaan melibatkan pendekatan Participatory Ergonomics melalui sosialisasi, pelatihan, dan Usability Testing aplikasi kepada 27 partisipan yang terdiri dari animator profesional, pelajar, dan pimpinan studio di Malang. Evaluasi dilakukan menggunakan rancangan pre-test dan post-test serta uji coba aplikasi secara langsung. Analisis data menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan peserta sebesar 19,5%, dari 9,85 (SD=2,74) pada pre-test menjadi 11,78 (SD=2,21) pada post-test (p < 0,001). Peningkatan pemahaman tertinggi terjadi pada aspek identifikasi gejala MSDs dan aturan istirahat mata (20-20-20). Hasil Usability Testing menunjukkan bahwa teknologi ErgoVision dapat diterima sebagai alat bantu mandiri yang efektif dalam memvisualisasikan risiko postur secara real-time. Kegiatan ini berhasil menjembatani kesenjangan teknologi kesehatan kerja di sektor ekonomi kreatif, memberikan solusi preventif yang aplikatif, dan berkontribusi pada peningkatan produktivitas serta kualitas hidup pekerja kreatif di Kota Malang.