Rini Puspita Dewi
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Program Sarjana, STIKES YKY Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor Manusia dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Wisata Petualangan: Studi Eksploratif Ahmad Afif Mauludi; Rini Puspita Dewi; Muhammad Azrin Karim; Tri Arini; Dwina Anggraini; Tia Nurhidayanti; Arif Sulfiantono
Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 5 (2026): Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/ns.v1i5.173

Abstract

Pendahuluan: Sektor wisata petualangan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tumbuh pesat pascapandemi dengan profil risiko kerja yang tinggi, namun didominasi pekerja informal. Studi pendahuluan mengungkap fenomena paradoksal di mana pekerja berpengalaman justru memandang risiko lebih rendah, sementara literatur K3 yang ada lebih berfokus pada perspektif wisatawan. Tujuan: Mengeksplorasi faktor manusia yang memengaruhi K3 di sektor wisata petualangan DIY dan mengungkap mekanisme di balik paradoks pengalaman. Metode: Penelitian kualitatif eksploratif dengan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui empat sesi Focus Group Discussion (16 partisipan dari Goa Kiskendo, Wisata Canden, Benteng Vredeburg, dan Pantai Drini) dan wawancara mendalam dengan 20 informan kunci, kemudian dianalisis menggunakan thematic analysis Braun & Clarke. Hasil: Teridentifikasi empat tema utama: (1) paradoks pengalaman akibat habituasi dan bias kognitif; (2) kesenjangan antara pengetahuan prosedural dan substansial; (3) tekanan psikososial dan kelelahan sebagai determinan risiko; serta (4) dualitas budaya keselamatan antara model birokratis-formal dan komunal-solidaritas. Pengalaman traumatik langsung terbukti menjadi pematah paradoks pengalaman. Kesimpulan: Intervensi K3 perlu melampaui pendekatan teknis dengan menyentuh dimensi psikologis dan kultural melalui pelatihan berbasis metakognisi, pelaporan near-miss, dan dukungan kesehatan mental. Keterbatasan penelitian pada cakupan geografis dan desain cross-sectional menyarankan studi longitudinal lintas wilayah untuk penelitian lanjutan. Kata Kunci: faktor manusia, wisata petualangan, paradoks pengalaman, keselamatan dan kesehatan kerja