Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam di MAN 2 Sleman. Jenis penelitian yang digunakan ialah field research atau yang lebih dikenal dengan penelitian lapangan yaitu yang secara langsung ke lapangan untuk mendapatkan data. Field research merupakan salah satu metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan juga dokumentasi. Sedangkan subjek dalam penelitian ini ialah Wakil Kurikulum dan Guru SKI MAN 2 Sleman. Hasil dari penelitian ini ialah penerapan kurikulum merdeka di MAN 2 Sleman mengacu pada regulasi dari KEMENAG, yaitu KMA 347 tahun 2022 tentang pedoman implementasi kurikulum merdeka pada madrasah. Adapun perencanaaan pembelajaran di MAN 2 Sleman dimulai dari mempersiapkan pendidik terlebih dahulu dan juga manajemen madrasah, kemudian istilah KI dan KD pada kurikulum sebelumnya diganti menjadi CP (Capaian Pembelajaran), silabus diganti dengan alur tujuan pembelajaran (ATP), dan RPP diganti menjadi modul ajar. Pada pengimplementasiannya, guru SKI menyampaikan bahwa dalam proses pembelajaran, beliau menerapkan pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran yang berdiferensiasi yang sesuai konteks muatan lokal dan sesuai dengan kemampuan siswa untuk membuat pembelajaran lebih fleksibel. Kemudian, pada evaluasi SKI, guru SKI menyampaikan bahwa penilaian pembelajaran dibagi menjadi 2 jenis yaitu penilaian formatif, dan penilaian sumatif. Kurikulum merdeka bertujuan untuk meningkatkan potensi dan kemampuan peserta didik. Dengan membuat proses pembelajaran yang relevan dan interaktif, akan membuat siswa lebih tertarik dan memungkinkan mereka untuk mengembangkan permasalahan yang berkembang di lingkungan mereka.