Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Holistic Islamic Early Childhood Education through the Integration of Islamic Values and Minangkabau Culture: A Content Analysis of Syekh Sulaiman Arrasuli’s Pedagogical Novel Ramadhoni Aulia Gusli; Nunu Burhanuddin; Hayati; Soibatul Aslamiah Nasution; Muaddyl Akhyar
Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2026): DIRASAH
Publisher : Institut Agama Islam (IAI) Faqih Asy'ari Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/dirasah.v9i2.3259

Abstract

Early childhood education (ECE) in Islamic contexts increasingly faces the challenge of balancing religious value formation with contextually grounded pedagogical approaches, yet the educational thought of local Islamic scholars in Southeast Asia remains largely unexamined in the international literature. This study analyzed the values of early childhood Islamic education embedded in Syekh Sulaiman Arrasuli’s pedagogical novel Pedoman Hidup di Alam Minangkabau, specifically the section “Muhammad Arif Will Enter Religious School” (1938), using qualitative interpretive content analysis. The primary source was the Jawi-script Malay-Minangkabau text, accessed in a transliterated digital edition; secondary sources comprised Islamic education scholarship, ECE theory, and Minangkabau cultural studies. Data were analyzed through open coding, axial coding, and thematic synthesis; trustworthiness was established through repeated reading, theory triangulation, peer examination, and audit trail. Three interconnected themes were identified: (1) the urgency of knowledge-seeking from early age, conceptualized through a four-role social taxonomy (ʿalim, merchant, official, customary leader) that frames education as the foundation of responsible social participation; (2) a foundational ECE curriculum integrating aqidah (Islamic creed), fiqh literacy (halal/haram distinctions), akhlaq (moral character), and rational-critical reasoning; and (3) a contextual synthesis of Islamic values and Minangkabau adat (customary law) centered on adab (etiquette) toward teachers and parents, bounded by shariʿa compliance. The family, embodied by the single-mother figure Siti Budiman, is positioned as the indispensable first educational environment. The study demonstrates that Arrasuli’s pedagogical thought anticipates contemporary holistic Islamic ECE frameworks and offers a theoretically coherent, culturally grounded model for current Islamic early childhood curriculum development in Indonesia and comparable Muslim majority contexts.
PERAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM MENDUKUNG PUBLIKASI KARYA ILMIAH MAHASISWA MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Mutia Latifah; Nur Aynun; Sri Dona Elfita; Popi Gustiara; Soibatul Aslamiah Nasution
Journal of Scientech Research and Development Vol 8 No 2 (2026): JSRD, December 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v8i2.1660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran AI dalam mendukung publikasi karya ilmiah mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam, menganalisis manfaat penggunaannya, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta merumuskan strategi pemanfaatan AI secara etis dan bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan mengkaji berbagai literatur berupa jurnal ilmiah, buku, prosiding, dan sumber akademik lainnya yang relevan dengan topik penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui content analysis untuk mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menginterpretasikan berbagai temuan dari literatur yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berperan sebagai teknologi pendukung dalam pencarian referensi, penyusunan karya ilmiah, pengolahan informasi, penyuntingan bahasa akademik, serta peningkatan kualitas publikasi ilmiah mahasiswa. Pemanfaatan AI memberikan manfaat berupa peningkatan efisiensi, produktivitas, dan kualitas penulisan karya ilmiah. Namun, penggunaan AI juga menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi AI, potensi pelanggaran etika akademik, ketergantungan terhadap teknologi, serta risiko ketidakakuratan informasi yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukan strategi berupa peningkatan literasi AI, penggunaan AI sebagai asisten akademik, verifikasi terhadap informasi yang dihasilkan, pelatihan penggunaan AI, serta penerapan pedoman etika akademik. Dengan strategi tersebut, AI dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas publikasi karya ilmiah mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam tanpa mengurangi orisinalitas, integritas akademik, dan kemampuan berpikir kritis.