Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRAKTIK SAMSÂRAH DALAM JUAL BELI SEPEDA MOTOR DI KABUPATEN BONDOWOSO PERSPEKTIF FATWA DSN-MUI Muhammad Yunus
Al-Hukmi : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Keluarga Islam Vol. 4 No. 2 (2024): Al-Hukmi : Jurnal Hukum Ekonomi Syari’ah dan Keluarga Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/alhukmi.v4i2.4071

Abstract

Brokers, now known as intermediaries in the world of commerce, play a significantly more crucial role in the present compared to earlier periods. The strong interconnection between collective traders and individuals in trade renders the broker's role highly important. A broker is someone who sells goods belonging to others in return for compensation commensurate with their efforts. In fiqh literature, activities of this nature are referred to as Samsârah. This research employs a qualitative research method utilizing data collection techniques such as observation and interviews. The primary sources in this study are traders or owners of motorcycles and individuals working as brokers. The research findings indicate that before commencing work as a broker, one must first transact with the motorcycle owner to establish the terms of the job contract. This involves determining the duration of work and the amount of commission earned. Based on the actual facts, the samsarah transactions occurring in Bondowoso align with the principles established by DSN MUI.
KONSEP ADIL DALAM PENAFSIRAN AYAT POLIGAMI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM muhammad yunus; Rahwan Rahwan
Al-Hukmi : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Keluarga Islam Vol. 5 No. 1 (2024): Al-Hukmi : Jurnal Hukum Ekonomi Syari’ah dan Keluarga Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/alhukmi.v5i1.5312

Abstract

Agama islam datang dengan ajaran yang mengatur poligami, di mana pada kenyataannya belum bisa diterima oleh semua kalangan. Di satu pihak menganggap ketentuan poligami sebagai aspek diskrminatif islam terhadap kaum wanita, dan di pihak lain menganggap bahwa ketentuan poligami dapat menjadi alternatif dari masalah perselingkuhan dan prostitusi. Salah satu penyebab perbedaan pandangan tersebut adalah pemahaman mengenai dalil poligami itu sendiri, di mana ayat al Qur’an yang menjadi dalil kebolehan poligami, juga menjadi dalil kelompok lain untuk melarang poligami. Maka terdapat 2 pertanyaan yang menjadi fokus penelitian ini, yakni tentang bagaimana pemahaman konsep adil pada ketentuan poligami dalam al Qur’an, dan bagaimana pula pemahaman konsep adil dalam poligami menurut sudut pandang hukum islam. Untuk menjawab permasalah itu, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research) untuk mendalami fenomena tersebut. Sumber data literatur mengenai pandangan berbagai pakar dan penafsiran tentang ayat al Qur’an yang berbicara tentang poligami, ditelaah dengan menggunakan sudut pandang hukum islam, mulai dari konsep poligami hingga konsep adil yang ada di dalamnya. Dari pembahasan itu kemudian diperoleh kesimpulan bahwa melakukan poligami bukan merupakan perkara mudah, namun bukan juga hal yang mustahil, karena merujuk kepada bagaimana proses penerapannya dari tokoh teladan terdahulu dan juga sikap adil yang menjadi persyaratannya. Selain itu,dapat dipahami juga bahwa makna adil dalam al Qur’an surat al-Nisa’ ayat 3 mencakup adil material dan immaterial, namun menurut mayoritas ulama yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah adil yang bersifat material.