Titin Nurhidayati
Universitas Al-Falah As-Sunniyah Kencong, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengolah Potensi Jagung Lokal: Pelatihan Nugget Jagung untuk Ketahanan Pangan Masyarakat Desa Titin Nurhidayati; Muhammad Febriyansah Satriyo Priyan; Luvena Azzahra Farid; Putri Ulan Dani; Putri Maula Sari; Putri Fransiska Dina Maretha; Nur Kholifah; Dwi Agus Prabowo; Sidqi Aqdam Himaya; Nabila Uzzah Qithrotun Nada; Rina Ismawati; Mahrus Ali; Ahmad Setya Budi
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 5 No. 2 (2025): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v5i2.569

Abstract

Food security is a strategic issue in sustainable rural development. Cakru Village, Kencong District, Jember Regency, has abundant corn production, yet its utilization is largely limited to fresh consumption and animal feed, resulting in low value added and limited food diversification. This community service program aimed to enhance residents’ skills in processing corn into corn nuggets, a nutritious, marketable local food innovation. Using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, the program involved stages of discovery, dream, design, and destiny. The results demonstrated an improvement in participants’ knowledge and skills in processing corn into nuggets, as indicated by increased pre-test and post-test scores and the ability to independently carry out the production process in accordance with procedural and hygienic standards. Participants also applied simple marketing strategies, including product packaging, pricing, and marketing simulations. In addition, the establishment of a corn-based joint business group supported program sustainability and showed potential to strengthen food security and increase the value added of local corn. Keywords: Food Security; Corn; Corn Nuggets; Local Food Innovation Abstrak: Ketahanan pangan merupakan isu strategis dalam pembangunan berkelanjungan di wilayah pedesaan. Desa Cakru, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, memiliki potensi produksi jagung yang melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi segar dan pakan ternak, sehingga nilai tambah dan diversifikasi pangan lokal belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah jagung menjadi nugget jagung sebagai inovasi pangan lokal yang bergizi dan bernilai jual. Program ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang meliputi tahapan discovery, dream, design, dan destiny. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pengolahan jagung menjadi nugget, yang ditunjukkan oleh kenaikan skor pre-test dan post-test serta kemampuan mempraktikkan proses produksi secara mandiri sesuai prosedur dan prinsip higienitas. Peserta juga mampu menerapkan strategi pemasaran sederhana melalui penentuan kemasan, harga jual, dan simulasi pemasaran. Selain itu, terbentuk kelompok usaha bersama berbasis olahan jagung sebagai upaya keberlanjutan program, yang berpotensi memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan nilai tambah jagung lokal. Kata kunci: Ketahanan Pangan, Jagung, Nugget Jagung, Inovasi Pangan Lokal
Workshop Green Parenting Era Digital: Mengembangkan Kecerdasan Naturalistik dan Karakter Peduli Lingkungan Anak melalui Budidaya Sayuran Titin Nurhidayati; M. Nafiur Rofiq; Rofiatul Hosna; Akhsani Ulvatun Ni’mah
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 6 No. 1 (2026): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v6i1.617

Abstract

Parenting challenges in the digital era are increasingly characterized by nature-deficit disorder, resulting from children's excessive dependence on digital devices, which has led to declining naturalistic intelligence and reduced environmental awareness. This community service program aimed to empower members of the Family Welfare Movement (PKK) as al-madrasatul ula (the child's first and primary educational environment) to foster children's naturalistic intelligence and environmental stewardship through the Green Parenting approach. The program employed the Asset-Based Community Development (ABCD) approach by utilizing local physical assets, particularly home gardens, and human assets through participatory workshops on cultivating horticultural vegetables, including chili peppers, tomatoes, and eggplants. The implementation consisted of four stages—discovery, dream, design, and define—to optimize nature-based psychological support for children. The results showed an 85% increase in participants' understanding of strategies for stimulating multiple intelligences and improving their technical skills in organic farming. The program successfully integrated horticultural cultivation with Islamic Educational Psychology, transforming home gardens into character-building environments that instill the values of shabr (patience), amanah (responsibility), and tawhid rububiyyah (recognition of Allah's Lordship). The program's sustainability was strengthened through the establishment of a PKK self-learning community that continues to replicate Green Parenting as a sustainable parenting model. Keywords: Green Parenting, Digital Era, Naturalistic Intelligence, PKK Mothers, Vegetable Cultivation Abstrak: Tantangan pola asuh di era digital ditandai oleh fenomena nature-deficit disorder akibat tingginya ketergantungan anak pada gawai, yang berdampak pada menurunnya kecerdasan naturalistik dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu PKK sebagai al-madrasatul ula dalam mengembangkan kecerdasan naturalistik dan karakter peduli lingkungan pada anak melalui konsep Green Parenting. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dengan memanfaatkan aset fisik berupa pekarangan rumah dan aset manusia melalui lokakarya partisipatif budidaya sayuran hortikultura, meliputi cabai, tomat, dan terong. Tahapan pelaksanaan mencakup discovery, dream, design, dan define untuk mengoptimalkan dukungan psikologis anak berbasis alam. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 85% mengenai strategi stimulasi kecerdasan majemuk dan keterampilan pertanian organik. Program ini berhasil mengintegrasikan budidaya hortikultura dengan Psikologi Pendidikan Islam sehingga pekarangan rumah berfungsi sebagai laboratorium pembentukan karakter yang menanamkan nilai shabr, amanah, dan tauhid rububiyah. Keberlanjutan program diperkuat melalui pembentukan komunitas belajar mandiri PKK yang mereplikasi praktik Green Parenting sebagai model pengasuhan yang berkelanjutan. Kata kunci: Green Parenting, Era Digital, Kecerdasan Naturalistik, Ibu PKK, Budidaya Sayuran.