This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Tila Tila
Universitas Negeri Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Budaya Outfit di Kalangan Mahasiswa sebagai Simbol Identitas dan Makna Sosial Sofi Yolita; Hanafi Saputra; Yaserli Amelia; Waviatul Tanzila; Yulia Yulia; Tila Tila
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.624

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan tingginya penetrasi media sosial telah mengubah fungsi pakaian di kalangan mahasiswa dari sekadar kebutuhan utilitarian menjadi medium komunikasi nonverbal yang sarat makna sosial, sebagaimana tercermin dalam fenomena Outfit of The Day (OOTD) yang marak di platform Instagram dan TikTok. Kajian yang secara mendalam menganalisis fenomena ini melalui kerangka teori interaksionisme simbolik masih sangat terbatas, sehingga penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis bagaimana mahasiswa memaknai budaya outfit sebagai simbol identitas dan makna sosial di lingkungan kampus menggunakan perspektif Interaksionisme Simbolik Herbert Blumer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 6 informan yang dipilih secara purposive, dan studi dokumen, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: pertama, outfit berfungsi sebagai simbol sosial yang maknanya disepakati bersama dan digunakan mahasiswa untuk berkomunikasi secara nonverbal baik dalam interaksi langsung di kampus maupun di ruang digital; kedua, outfit menjadi arena pembentukan identitas diri yang dinamis melalui mekanisme self-indication, di mana identitas mahasiswa terus dinegosiasikan antara ekspresi individual dan respons sosial dari lingkungan; ketiga, outfit dimaknai sebagai instrumen pembangunan kepercayaan diri, penanda status sosial, dan wahana pemerolehan pengakuan sosial yang maknanya terus bergeser mengikuti dinamika tren media sosial. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis berupa perluasan teori Blumer ke arena digital, sekaligus implikasi praktis bagi institusi perguruan tinggi untuk merespons budaya outfit sebagai ekspresi kebutuhan identitas mahasiswa melalui program literasi media yang lebih inklusif.