Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Culture Shock pada Mahasiswa Aceh Perantau Padang Atiqah Mufidah; Nur Aisyah; Alycia Safana Milanda; Bunga Dinda Permata; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini; Hanafi Saputra
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab terjadinya culture shock yang dialami oleh mahasiswa Aceh perantau di Kota Padang Sumatera Barat. Penelitian ini menarik untuk di kaji karena fenomena culture shock merupakan tantangan nyata yang dihadapi mahasiswa perantau dalam proses penyesuaian diri di lingkungan baru yang berbeda secara sosial dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik pemilihan informan yang digunakan yaitu teknik purposive sampling dengan jumlah informan 7 orang. Adapun kriteria informan berupa mahasiswa Aceh perantau Sumatera Barat. Observasi dilakukan untuk mengamati langsung terhadap apa saja faktor-faktor penyebab terjadinya culture shock pada mahasiswa perantau Aceh di padang Sumatera Barat. Wawancara digunakan untuk menggali informasi mengenai alasan terjadinya culture shock dan faktor penyebabnya. Dokumentasi juga dilakukan dengan mengumpulkan dokumen terkait seperti foto, video, laporan kegiatan, dan data lain yang mendukung. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat hal utama penyebab terjadinya culture shock diantaranya pertama, perbedaan bahasa. Kedua, cara berpakaian bagi perempuan. Ketiga, perbedaan makanan. Keempat, tradisi dan adat istiadat.
Nagari Website Content Production Training to Increase Digitalization and Openness of Information Dissemination Means in Nagari Koto Laweh Tanah Datar Hanafi Saputra; Annisa Citra Triyandra; Sri Oktika Amran
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1345

Abstract

Website banyak dimanfaatkan oleh instansi pemerintahan sebagai upaya digitalisasi informasi dan keterbukaan informasi publik. Namun, pengelolaan website oleh instansi belum bergerak progresif dalam mencapai keterbukaan informasi publik. Nagari Koto Laweh pun sebagai instansi pemerintahan yang telah memiliki website resmi sejak tahun 2017 belum dikelola dengan baik, sehingga informasi belum tersedia sebagaimana mestinya. Maka, perlu adanya produksi konten website nagari sebagai sarana informasi publik sehingga informasi tentang nagari dapat diakses khalayak luas. Kegiatan produksi konten website dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dengan metode partisipatif. Program pelatihan ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2024 dengan tahapan metode pelaksanaan pre-program, program, dan post-program. Program pengabdian ini diikuti oleh perangkat nagari di Koto Laweh Kabupaten Tanah Datar. Hasil dari program pengabdian ini adalah konten website berupa foto dan caption yang telah diunggah pada website serta kelengkapan data dan informasi nagari pada website sebagai keterbukaan informasi. Dengan pengabdian tersebut turut menerapkan prinsip learning by doing, dimana peserta langsung melaksanakan proses pelatihan secara langsung untuk menghasilkan output sesuai target pengabdian yang dilakukan.
COVID-19 AND TOURISM: A DESCRIPTIVE STUDY OF THE STRATEGIES OF YOUTH MARINE TOURISM BUSINESS ACTORS ON DERAWAN ISLAND DURING THE COVID-19 PANDEMIC: COVID-19 DAN PARIWISATA: STUDI DEKSRIPTIF STRATEGI PEMUDA PELAKU USAHA WISATA BAHARI PULAU DERAWAN KETIKA PANDEMI COVID-19 Ahmad Hidayah; Hanafi Saputra; Kamilah Dwi Kurniawati; Agung Prajulianto; Ziya Ibrizah; Yuhelna
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i3.5613

Abstract

This paper aims to analyze the strategies of young entrepreneurs in the marine tourism industry on Derawan Island in facing the challenges of the COVID-19 pandemic. The study employs a qualitative approach using purposive and snowball sampling techniques for informant selection. Data collection was carried out through interviews and field observations. The research applies James C. Scott’s survival strategy theory to analyze the phenomena under investigation. The results of the study indicate that young entrepreneurs in the marine tourism sector on Derawan Island were a vulnerable group during the COVID-19 pandemic. To address these challenges, the young entrepreneurs engaged in several survival strategies, including returning to fishing and adjusting the pricing of tourism packages during the new normal period.
Transformasi Birokrasi Berbasis Digital di Nagari Koto Laweh Sebagai Wujud Implementasi SDGs Hanafi Saputra; Annisa Citra Triyandra; Putri Febri Wialdi
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.1900

Abstract

Perkembangan teknologi telah memberikan ruang akselerasi di berbagai aspek, termasuk birokrasi. Pengurusan administrasi birokrasi sebagai ranah pelayanan masyarakat dewasa ini cenderung tidak lagi bersifat konvensional melainkan telah beralih pada sistem digitalisasi. Hal itu memberikan kemudahan, fleksibilitas, dan ketepatan waktu dalam pengurusan serta manajemen birokrasi pelayanan publik yang juga menjadi salah satu indikator terciptanya pelayanan E-governance. Nagari Koto Laweh sebagai pusat pemerintahan lokal menghadapi tantangan dalam efektivitas birokrasi, terutama dalam pelayanan publik dan pengelolaan data yang masih banyak dilakukan secara manual dan bersifat konvensional. Sehingga penyediaan data induk nagari cenderung tidak terbarukan dan konvensional. Padahal, Koto Laweh sudah memiliki Website resmi, namun penggunaannya masih belum optimal, jika dilihat hanya 193 pengunjung dari websitenya. Perkembangan teknologi digital seyogyanya membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam birokrasi pemerintahan Nagari. Berangkat dari temuan permasalahan itu, maka kebaruannya terletak pada adanya proses pengembangan lebih lanjut transformasi birokrasi berbasis digital yang terkoneksi dalam data based di Nagari Koto Laweh dengan metode partisipatif dan kolaboratif dalam tiga tahap, yaitu pra program, program, dan pasca program. Tujuan program pengabdian ini untuk mendorong transformasi birokrasi berbasis digital di Nagari Koto Laweh guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, efisiensi administrasi, dan partisipasi masyarakat dalam tata kelola pemerintahan. Dengan target dan sasaran tim perangkat nagari, pengelola website nagari, dan masyarakat terjadi peningkatan skill dan keterampilan dalam manajemen data Nagari Koto Laweh dan partisipasi masyarakat melalui layanan mandiri pada website resmi nagari dalam proses birokrasi dan administrasi digital sebagai wujud implementasi SDGs. Hasil menunjukkan adanya peningkatan tranformasi birogkrasi berbasis digital pada objek pengabdian.
Optimalisasi Media Sosial untuk Promosi Kesehatan di Puskesmas Sungai Nanam Kabupaten Solok Muhammad David Hendra; Sri Oktika Amran; Hendri Azwar; Annisa Citra Triyandra; Hanafi Saputra; Nasywa Salsabila Kamal; Ibrahim Akbar
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.1938

Abstract

Permasalahan penyebaran informasi kesehatan di Kabupaten Solok masih menghadapi berbagai kendala, terutama kondisi geografis yang luas serta keterbatasan pengelolaan media digital di fasilitas kesehatan. Kondisi ini menyebabkan promosi kesehatan terkait pencegahan stunting dan demam berdarah belum berjalan optimal dan belum mampu menjangkau masyarakat secara merata. Di sisi lain, perkembangan media sosial sebagai sarana komunikasi publik menuntut tenaga kesehatan memiliki kemampuan dalam memproduksi konten digital yang informatif, menarik, dan mudah dipahami masyarakat. Namun, kemampuan pengelolaan media sosial di Puskesmas Sungai Nanam masih terbatas, baik dari aspek desain visual, strategi konten, maupun produksi video edukasi kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam mengelola media sosial sebagai sarana promosi kesehatan melalui pelatihan desain grafis, strategi pembuatan konten, serta teknik kamera dan editing video. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD), pre-test, sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan, dan post-test dengan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan peserta. Pengetahuan dasar promosi kesehatan digital meningkat dari 12,5% menjadi 75%, pemahaman penggunaan platform dan segmentasi audiens meningkat dari 18,8% menjadi 75%, pengetahuan fotografi dan videografi meningkat dari 25% menjadi 75%, serta kemampuan perencanaan konten meningkat dari 6,3% menjadi 75%. Selain itu, kualitas konten media sosial puskesmas mengalami perubahan melalui tampilan visual yang lebih rapi, konsisten, dan meningkatnya engagement masyarakat. Pendampingan lanjutan juga menunjukkan bahwa peserta mampu memproduksi konten digital secara mandiri dengan kualitas yang lebih baik. Temuan ini menegaskan bahwa pendampingan berbasis praktik langsung efektif dalam memperkuat literasi digital tenaga kesehatan dan mendukung optimalisasi promosi kesehatan berbasis media sosial.