Abstrak Industri sepatu merupakan sektor strategis yang berperan dalam meningkatkan perekonomian daerah dan penyerapan tenaga kerja, khususnya di Kabupaten Banyumas yang memiliki potensi pengembangan industri manufaktur. Namun, perencanaan kawasan industri sepatu yang ada umumnya masih berfokus pada aspek fungsional dan efisiensi produksi, dengan minim perhatian terhadap kenyamanan, keselamatan, dan kesejahteraan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan kawasan industri sepatu di Kabupaten Banyumas dengan menerapkan konsep Human-Centered Design sebagai pendekatan utama perancangan. Metode yang digunakan meliputi analisis tapak, analisis aktivitas dan pelaku, kebutuhan ruang, sirkulasi, serta aspek lingkungan dan visual kawasan. Konsep Human-Centered Design diterapkan dengan menempatkan manusia sebagai pusat perancangan melalui penciptaan lingkungan kerja yang aman, nyaman, sehat, dan produktif bagi pekerja, manajemen, maupun pengunjung. Penerapan konsep ini diwujudkan dalam pengaturan zonasi yang jelas, sirkulasi yang efektif, optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami, penyediaan ruang terbuka hijau, serta integrasi sistem utilitas yang mendukung aktivitas industri. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa penerapan konsep Human-Centered Design mampu meningkatkan kualitas lingkungan industri, memperbaiki hubungan kawasan industri dengan lingkungan sekitar, serta memperkuat identitas kawasan industri sepatu yang berkelanjutan dan berorientasi pada manusia di Kabupaten Banyumas. Kata kunci: industri sepatu, perencanaan kawasan industri, human centered design, arsitektur industri. Abstract The footwear industry is a strategic sector that contributes significantly to regional economic growth and employment opportunities, particularly in Banyumas Regency, which has strong potential for manufacturing development. However, the planning of existing footwear industrial areas generally prioritizes functional efficiency and production capacity, while aspects of user comfort, safety, and well- being receive limited attention. This study aims to plan a footwear industrial area in Banyumas Regency by applying the Human-Centered Design (HCD) concept as the main design approach. The research method includes site analysis, analysis of activities and users, spatial requirements, circulation patterns, and environmental and visual aspects of the area. The Human-Centered Design concept is implemented by placing humans at the center of the design process, creating a safe, comfortable, healthy, and productive working environment for workers, management, and visitors. This approach is reflected in clear zoning arrangements, efficient circulation systems, optimization of natural lighting and ventilation, provision of green open spaces, and integration of supporting utility systems. The results indicate that the application of the Human-Centered Design concept improves the quality of the industrial environment, enhances the relationship between the industrial area and its surrounding context, and strengthens the identity of a sustainable and human-oriented footwear industrial area in Banyumas Regency. Keywords: footwear industry, industrial area planning, human-centered design, industrial architecture.