Siti Muntomimah
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Internalisasi Nilai Aswaja melalui Pembiasaan Perilaku Tawadhu’ untuk Anak Usia 5-6 Tahun di TK Muslimat NU 6 Hambaliyah Donomulyo Ratna Purnamasari; Siti Muntomimah; Choirul Huda
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v8i2.2345

Abstract

Nilai karakter menjadi dasar penting untuk membentuk kepribadian anak, terutama di zaman modern. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi nilai Aswaja, khususnya nilai tawadhu’ (rendah hati), melalui pembiasaan perilaku pada anak usia 5–6 tahun di TK Muslimat NU 6 Hambaliyah Donomulyo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara terhadap kepala sekolah dan anak, serta kuesioner kepada orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembiasaan melalui pendekatan learn by doing, positive reinforcement, dan pemodelan oleh guru maupun orang tua, efektif dalam menanamkan perilaku tawadhu’. Anak menunjukkan perkembangan bertahap, dari mengenal konsep, meniru perilaku, hingga menerapkannya secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulannya, pembiasaan perilaku positif yang konsisten dan kolaboratif merupakan strategi efektif dalam membentuk karakter anak yang moderat dan berakhlak mulia sejak dini. Character values are a crucial foundation for shaping a child's personality, especially in the modern era. This study aims to describe the process of internalizing Aswaja values, particularly the value of tawadhu’ (humility), through habituation of behavior in children aged 5–6 years at TK Muslimat NU 6 Hambaliyah Donomulyo.This research employs a qualitative descriptive approach, using participatory observation, interviews with the principal and children, as well as questionnaires distributed to parents.The results show that habituation strategies through the learn by doing approach, positive reinforcement, and modeling by both teachers and parents are effective in instilling tawadhu’ behavior. Children demonstrated gradual development—from understanding the concept, imitating behavior, to applying it independently in daily life.In conclusion, consistent and collaborative positive behavior habituation is an effective strategy in shaping children’s character to become moderate and morally upright from an early age.
Meningkatkan kemampuan Berbahasa Anak 4-5 Tahun melalui Permaianan Kata Berbisik di TK Muslimat NU 21 Pakis Sumilastutik Sumilastutik; Siti Muntomimah; Henni Anggraini
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v8i2.2563

Abstract

Kemampuan berbahasa anak usia dini merupakan dasar penting bagi perkembangan komunikasi dan berpikir anak, meliputi kemampuan mendengarkan, memahami, dan mengungkapkan pikiran serta perasaan melalui bahasa lisan atau isyarat. Anak usia 4–5 tahun mulai mengenali kosa kata sederhana, menyusun kalimat bermakna, dan merespons instruksi. Lingkungan belajar yang kaya bahasa seperti melalui cerita, lagu, percakapan, dan permainan edukatif sangat membantu menstimulasi kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbahasa anak melalui permainan kata berbisik pada kelompok A di TK Muslimat NU 21 Pakis. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif dengan membandingkan hasil setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan berbahasa anak dari pra-siklus hingga siklus II. Pada pra-siklus, kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 15% dan Berkembang Sangat Baik (BSB) 5%. Pada siklus I meningkat menjadi 30% (BSH) dan 15% (BSB), sedangkan pada siklus II mencapai 70% (BSH) dan 20% (BSB). Anak menjadi lebih aktif, antusias, dan terlibat dalam pembelajaran. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan metode pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai tahap perkembangan anak
Peningkatan Kemampuan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Menggunakan Media Plastisin Yeni Ratnawati; Siti Muntomimah; Sarah Emmanuel Haryono
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v8i1.2319

Abstract

Kreativitas anak usia dini seringkali belum berkembang secara optimal akibat pembelajaran yang kurang memberikan ruang eksplorasi secara bebas. Dalam praktiknya, guru cenderung memberikan contoh karya yang harus ditiru anak, sehingga proses berpikir orisinil dan kebebasan berekspresi menjadi terhambat. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak melalui kegiatan membuat bentuk buah dan sayur menggunakan media plastisin yang terbuat dari tepung. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan MCTaggart dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan bertahap selama 2 siklus yang saling terintegrasi satu sama lain. Penelitian ini dilakukan di kelas B KB Srikandi, Kabupaten Malang dengan jumlah 22 anak sebagai subjek penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi partisipatif yang mengharuskan keterlibatan langsung peneliti. Kreativitas dalam penelitian ini diukur dengan indikator Guilford yaitu kelancaran, keluwesan, originalitas, dan elaborasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas anak dari dua siklus yang dilakukan. Secara kolektif, kreativitas anak di kelas B tersebut meningkat dari 59% menjadi 96%. 16 anak mencapai kategori BSH dan 5 anak meningkat menjadi BSB, hanya 1 anak kategori MB yang memerlukan bimbingan lanjutan. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran dengan plastisin efektif dalam menumbuhkan kreativitas anak usia dini.