Nurhanurawati Nurhanurawati
Magister Keguruan Guru Sekolah Dasar, Universitas Lampung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Pembelajaran Matematika: Optimalisasi LKPD Berbasis Discovery Learning untuk Peningkatan Berpikir Kritis Siswa Tria Anisa; Nurhanurawati Nurhanurawati; Maria Vionita Widiastuti; Fatkur Rohman; Dian Nurlelasari
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v8i1.2295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah sejauh mana optimalisasi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) matematika berbasis Discovery Learning dapat mendorong peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi pengukuran benda. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini melibatkan 22 siswa kelas III sekolah dasar dengan desain one group pretest-posttest. Instrumen yang digunakan mencakup LKPD, soal pretest dan posttest, serta lembar validasi ahli. Pengujian validitas isi LKPD dilakukan dengan koefisien Aiken’s V, sementara efektivitasnya dianalisis melalui perbandingan skor pretest dan posttest menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memiliki tingkat validitas isi yang sangat tinggi, dengan rata-rata koefisien Aiken’s V lebih dari 0,938, sehingga dinyatakan layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Selain itu, terdapat peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir kritis siswa setelah penggunaan LKPD, yang dibuktikan melalui nilai signifikansi uji Wilcoxon di bawah 0,05. Seluruh siswa mengalami peningkatan skor tanpa adanya penurunan atau stagnasi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa optimalisasi LKPD matematika berbasis Discovery Learning mampu mentransformasi pembelajaran dan secara efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi pengukuran benda di sekolah dasar.
Pengembangan LKPD berbasis Model Discovery Learning terintegrasi Etnomatematika Pola Tapis Lampung untuk Melatih Critical Thinking Peserta Didik Sekolah Dasar Nur Az Zahra; Fatkhur Rohman; Indah Handayani; Nurhanurawati Nurhanurawati; Siti Oktaviani
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v8i1.2301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang terintegrasi budaya lokal pada pembelajaran matematika materi bangun datar untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Pengembangan dilakukan dengan pendekatan Discovery Learning yang bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, interaktif, dan bermakna. Selama ini, pembelajaran matematika di sekolah dasar sering dianggap monoton dan kurang melibatkan partisipasi aktif siswa. Oleh karena itu, pengintegrasian budaya lokal seperti motif kain tapis dan bentuk arsitektur rumah adat Lampung dalam LKPD diharapkan mampu membangun keterkaitan antara materi matematika dengan kehidupan sehari-hari siswa. Hasil validasi oleh ahli terhadap aspek materi, media, dan bahasa menunjukkan skor kelayakan rata-rata sebesar 0,940 yang termasuk dalam kategori “Sangat Valid”. Selanjutnya, hasil uji normalitas menunjukkan nilai N-Gain sebesar 0,80 yang berada dalam kategori tinggi, menandakan adanya peningkatan pemahaman konsep siswa secara signifikan setelah menggunakan LKPD. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan LKPD berbasis budaya lokal mampu mendorong siswa untuk berpikir kritis, aktif berdiskusi, dan lebih memahami konsep bangun datar dalam konteks yang relevan dengan lingkungan sosial budaya mereka. LKPD ini efektif sebagai media pembelajaran kontekstual berbasis budaya daerah.