Sudi Suhardjo
Universitas Panca Sakti Bekasi, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Imajinasi Anak Usia Dini Melalui Aktivitas Bermain Lego Pada Kelompok B2 di TKIT Al Jabar Bekasi Muhammad Ikhwan Hakim; Yon Amrizal; Sudi Suhardjo
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v8i2.2607

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan imajinasi anak usia dini pada kelompok B2 TKIT Al Jabar Bekasi yang ditunjukkan melalui perilaku pasif, kecenderungan meniru karya teman, serta rendahnya ketekunan ketika menghadapi tantangan. Padahal, imajinasi merupakan fondasi penting bagi perkembangan kreativitas, kemampuan pemecahan masalah, dan inovasi pada masa perkembangan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan imajinasi anak melalui aktivitas bermain Lego. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 12 anak kelompok B2 yang terdiri dari 5 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, checklist penilaian perkembangan imajinasi, wawancara dengan guru kelas, serta dokumentasi berupa foto dan hasil karya anak. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase perkembangan anak dalam empat kategori perkembangan yaitu Belum Berkembang (BB), Mulai Berkembang (MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan imajinasi anak secara signifikan. Pada tahap pra-siklus, 75% anak berada pada kategori BB dan 25% pada kategori MB. Setelah tindakan pada siklus I, 41,7% anak mencapai kategori MB. Pada akhir siklus II, 83,3% anak berada pada kategori MB dan 16,7% masih pada kategori BB. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas bermain Lego efektif sebagai strategi pembelajaran kreatif untuk menstimulasi perkembangan imajinasi anak usia dini.
Implementasi Kreativitas Guru Dalam Merancang Permainan Interaktif Untuk Stimulasi Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Rismaba Cikarang Rokhanah Rokhanah; Choiriyah Chalid; Sudi Suhardjo
Thufuli: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2026): Thufuli: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kreativitas guru dalam merancang permainan interaktif untuk menstimulasi kemampuan berpikir kritis anak usia 5–6 tahun di TK Rismaba Cikarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru kelompok B yang mengimplementasikan permainan interaktif dalam kegiatan pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengimplementasikan kreativitasnya dalam merancang permainan interaktif melalui kemampuan memodifikasi permainan, mengembangkan media pembelajaran, menyesuaikan kegiatan dengan karakteristik anak, serta menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Implementasi tersebut memberikan stimulasi terhadap kemampuan berpikir kritis anak yang ditunjukkan melalui kemampuan mengamati, aktif bertanya, mengemukakan pendapat, memecahkan masalah sederhana, dan menyimpulkan hasil kegiatan sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi kreativitas guru dalam merancang permainan interaktif berperan dalam menstimulasi kemampuan berpikir kritis anak usia 5–6 tahun di TK Rismaba Cikarang. Oleh karena itu, kreativitas guru perlu terus didukung dan dikembangkan oleh lembaga pendidikan melalui penyediaan fasilitas, media pembelajaran, serta kesempatan mengikuti pelatihan profesional sehingga proses pembelajaran menjadi lebih inovatif dan mampu mengoptimalkan perkembangan berpikir kritis anak.