Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang perlu dikembangkan agar peserta didik mampu menganalisis, mengevaluasi, dan memecahkan permasalahan secara logis dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-LKPD berbasis Project Based Learning (PjBL) yang terintegrasi kearifan lokal permainan gasing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi dinamika rotasi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate). Pada tahap analisis diidentifikasi kebutuhan pembelajaran melalui angket, wawancara, dan tes awal keterampilan berpikir kritis. Tahap desain menghasilkan rancangan E-LKPD beserta perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian yang meliputi lembar validasi ahli, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, angket respons peserta didik, serta soal pretest-posttest berdasarkan indikator keterampilan berpikir kritis Facione, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Subjek uji coba adalah peserta didik kelas XI-4 SMA Negeri Ploso. Data hasil validasi dianalisis untuk mengetahui kevalidan produk, data observasi dan angket respons peserta didik dianalisis untuk mengetahui kepraktisan, sedangkan data pretest-posttest dianalisis untuk mengetahui keefektifan E-LKPD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD yang dikembangkan memenuhi kriteria layak digunakan, dengan kevalidan sebesar 91,19% (sangat valid) dan Percentage of Agreement (PoA) sebesar 93%, kepraktisan berdasarkan observasi keterlaksanaan pembelajaran sebesar 97,56% (PoA 98%) dan respons peserta didik sebesar 91,32% (sangat praktis), serta keefektifan ditunjukkan oleh nilai N-Gain sebesar 0,78 (kategori tinggi) disertai peningkatan keterampilan berpikir kritis pada seluruh indikator hingga kategori kritis. Dengan demikian, E-LKPD yang dikembangkan berpotensi menjadi bahan ajar digital yang kontekstual untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis sekaligus mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran fisika.