Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Dinas Sosial Dalam Pendistribusian Bantuan Sosial Berupa Program Keluarga Harapan (Pkh) Di Kota Baubau Yusrida Yusrida; Ambarwati Ambarwati; Dea Aprilia; Wa Ode Arsiyah
Administratio Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Volume 15, Nomor 1, April 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Program Pascasarjana, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/administratio.v15i1.2107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Sosial dalam distribusi bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Baubau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pegawai Dinas Sosial dan masyarakat penerima manfaat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dinas Sosial dalam distribusi bantuan sosial PKH mencakup tiga fungsi utama, yaitu sebagai regulator, dinamisator, dan fasilitator. Sebagai regulator, masih ditemukan permasalahan ketidaktepatan data penerima bantuan, seperti data ganda dan tidak valid. Sebagai dinamisator, upaya pemberdayaan melalui pelatihan belum sepenuhnya efektif karena belum berbasis kebutuhan masyarakat. Sementara itu, sebagai fasilitator, penyediaan layanan sosial melalui Puskesos dan SLRT telah berjalan, namun belum optimal dalam menjangkau seluruh masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas distribusi bantuan sosial tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh kualitas implementasi di tingkat daerah, khususnya dalam aspek validasi data, pendekatan partisipatif, dan optimalisasi layanan sosial.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Keterampilan Kewirausahaan Pembuatan Stik Pepaya di Desa Poogalampa Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan La Ode Zulfikar Hibali; Laode Muhammad Arsal; Wa Ode Arsyiah; La Ode Dwiyan Pramono Darmin; Wd Ambarwati; Yusrida Yusrida; Wa Lisna; Meli S. Meli S.
Kamba Mpu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3, Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/kambampu.v3i2.2020

Abstract

Pemberdayaan perempuan melalui keterampilan kewirausahaan pembuatan stik pepaya di Desa Poogalampa Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan. Pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dalam membangun ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas kewirahusaan berbasis potensi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sebuah proses dan hasil dari pemberdayaan perempuan  melalui Pelatihan kewirahusaan berupa produk stick pepaya di Desa Poogalampa, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif kualitatif serta teknik pengumpulan data di lakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhdap kelompok perempuan yang melakukan pelatihan kewirahusaan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola pepaya sebagai potensi lokal menjadi  sebuah produk yang bernilai jual tambah. Produk stick pepaya berhasil di kembangkan menjadi sebuah ide usaha lokal untuk menjadi sumber pendapatan bagi kelompok perempuan. Meskipun demikian pelaksanaan kegiatan ini masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain keterbatasan modal, keterampilan pemasaran, serta waktu akibat peran perempuan dalam lingkup domestik keluarga. Upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut yaitu meningkatkan pelatihan yang berkelanjutan, pendampingan manajemen usaha, pengembangan jaringan pemasaran, serta dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat. Kesimpulan dari penilitian ini menunjukan bahwa pemberdayaan perempuan melalui pelatihan produk stik pepaya memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemandirian ekonomi dan kesadaran masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal, sehingga hal ini berpotensi dapat menunjang pembangunan desa yang berkelanjutan.