Edi Supardi
Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Prinsip-Prinsip Evaluasi dalam Pendidikan Islam: Kajian Berdasarkan al-Qur'an dan Hadits Edi Supardi; Fathul Maujud
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i1.30452

Abstract

Abstract: The application of evaluation principles within Islam holds significant potential for shaping individual character, extending beyond academic achievements to enhance spiritual awareness and social responsibility. This research aims to explore how these evaluation principles can be integrated into daily life through a systematic examination of the Qur'an and Hadith. Utilizing a qualitative methodology and a Systematic Literature Review (SLR) approach, this study analyzes literature sourced from indexed databases such as Scopus, DOAJ, and Google Scholar over the period from 2014 to 2024. The findings indicate that evaluation in Islam emphasizes not only academic performance but also prioritizes spiritual values and social accountability. It takes into account various aspects, including intention, processes, and the social impact of actions. The principle of muhasabah, whether individually or collectively practiced, plays a crucial role in promoting a holistic approach to evaluation aimed at enhancing quality of life and collective well-being. In the context of Islamic education, this evaluation serves not only to elevate students' academic competence but also to foster character development that is firmly committed to the social and moral values articulated in the Qur'an and Hadith. This research is anticipated to provide a foundation for more comprehensive evaluations in everyday life that harmoniously integrate spiritual and social dimensions.Abstrak: Penerapan prinsip evaluasi dalam Islam memiliki potensi yang signifikan untuk membentuk karakter individu, bukan hanya dalam hal pencapaian akademis, tetapi juga dalam meningkatkan kesadaran spiritual dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip evaluasi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan kajian sistematis terhadap al-Qur'an dan hadis. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis literatur dari basis data terindeks seperti Scopus, DOAJ, dan Google Scholar pada rentang waktu 2014 hingga 2024. Temuan penelitian menunjukkan bahwa evaluasi dalam Islam tidak hanya menitikberatkan pada prestasi akademik, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai spiritual dan tanggung jawab sosial. Evaluasi mempertimbangkan berbagai aspek seperti niat, proses, dan dampak sosial dari setiap tindakan. Prinsip muhasabah, baik secara individu maupun kolektif, berperan penting dalam mendorong pendekatan evaluasi yang holistik untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan bersama. Dalam konteks pendidikan Islam, evaluasi ini berfungsi tidak hanya untuk meningkatkan kecerdasan akademik peserta didik, tetapi juga untuk membentuk karakter yang memiliki komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai sosial dan moral yang diuraikan dalam al-Qur'an dan hadis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk penerapan evaluasi yang lebih menyeluruh dalam kehidupan sehari-hari, yang mengintegrasikan aspek spiritual dan sosial dengan harmonis.
Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah dalam Membangun Komunikasi dan Iklim Akademik Edi Supardi; Yudin Citriadin
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i4.36683

Abstract

Abstract: Principal's learning leadership plays an important role in creating a productive and conducive school environment for teaching and learning. This study aims to analyze the effect of principal learning leadership on communication and academic climate in SMP Negeri 6 Praya. Using a quantitative approach with a correlational design, data were collected through a five-point Likert scale questionnaire of 15 items per variable, distributed to 46 respondents consisting of teachers and principals. Data were analyzed descriptively and inferentially using JASP software. The descriptive analysis showed that respondents' perceptions of learning leadership (mean = 22.891; SD = 2.213), communication (mean = 22.978; SD = 1.880), and academic climate (mean = 22.957; SD = 1.955) were in the high category. Regression results showed that principal leadership had a significant effect on communication (R² = 0.566) and academic climate (R² = 0.553). ANOVA test corroborated the significance of the model (F = 54.455; p < 0.001). The regression coefficient of variable X was 0.657 with a standardized coefficient of 0.744 (p < 0.001), indicating a strong and positive influence. This finding confirms the importance of the principal's role in building effective communication and creating a conducive academic climate.Abstrak: Kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang produktif dan kondusif bagi proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah terhadap komunikasi dan iklim akademik di SMP Negeri 6 Praya. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, data dikumpulkan melalui angket skala Likert lima poin sebanyak 15 butir per variabel, yang disebarkan kepada 46 responden terdiri dari guru dan kepala sekolah. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan software JASP. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap kepemimpinan pembelajaran (rata-rata = 22,891; SD = 2,213), komunikasi (rata-rata = 22,978; SD = 1,880), dan iklim akademik (rata-rata = 22,957; SD = 1,955) berada pada kategori tinggi. Hasil regresi menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap komunikasi (R² = 0,566) dan iklim akademik (R² = 0,553). Uji ANOVA menguatkan signifikansi model (F = 54,455; p < 0,001). Koefisien regresi variabel X sebesar 0,657 dengan koefisien terstandarisasi 0,744 (p < 0,001), menunjukkan pengaruh yang kuat dan positif. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kepala sekolah dalam membangun komunikasi efektif dan menciptakan iklim akademik yang kondusif.