Yudin Citriadin
Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri Mataram

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Integrasi Teknologi dalam Pengelolaan Kurikulum Pondok Pesantren Modern: Tren, Tantangan, dan Peluang Syaharuddin Syaharuddin; Yudin Citriadin; Alfira Mulya Astuti
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v9i1.40056

Abstract

Abstract: Technology integration in curriculum management is a crucial aspect of educational transformation in modern Islamic boarding schools. The use of technology not only supports administrative digitization but also contributes to data-driven educational planning, implementation, evaluation, and decision-making. This study aims to identify trends in technology integration in curriculum management in modern Islamic boarding schools, analyze implementation challenges, and explore opportunities to improve the quality of Islamic boarding school education in the digital era. The study employed a qualitative approach using the Systematic Literature Review (SLR) method. Data were obtained from the Scopus, DOAJ, Dimensions, and Google Scholar databases, with publications spanning 2017–2025. The study results indicate that technology integration is evolving from a focus on infrastructure and digital literacy to digital transformation encompassing academic information systems, educational governance, data-driven curriculum evaluation, and the implementation of the Independent Curriculum. Key challenges include limited infrastructure, human resource digital competency, and organizational readiness to manage change. On the other hand, technology opens up opportunities for developing a more adaptive, innovative, and student-oriented curriculum. These findings indicate that technology integration plays a strategic role in supporting the modernization and continuous improvement of the quality of education in modern Islamic boarding schools.Abstrak: Integrasi teknologi dalam pengelolaan kurikulum menjadi salah satu aspek penting dalam transformasi pendidikan di pondok pesantren modern. Pemanfaatan teknologi tidak hanya mendukung digitalisasi administrasi, tetapi juga berkontribusi terhadap perencanaan, implementasi, evaluasi, dan pengambilan keputusan pendidikan berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren integrasi teknologi dalam pengelolaan kurikulum pondok pesantren modern, menganalisis tantangan implementasinya, serta mengeksplorasi peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh dari database Scopus, DOAJ, Dimensions, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2017–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknologi berkembang dari fokus pada infrastruktur dan literasi digital menuju transformasi digital yang mencakup sistem informasi akademik, tata kelola pendidikan, evaluasi kurikulum berbasis data, dan implementasi Kurikulum Merdeka. Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, kompetensi digital sumber daya manusia, serta kesiapan organisasi dalam mengelola perubahan. Di sisi lain, teknologi membuka peluang pengembangan kurikulum yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi berperan strategis dalam mendukung modernisasi dan peningkatan mutu pendidikan pondok pesantren modern secara berkelanjutan. 
Analisis Pengaruh Kedisiplinan, Lingkungan Kerja, dan Budaya Kerja terhadap Pelaksanaan Absensi Digital di Sekolah Mistam Mistam; Yudin Citriadin; Syatriadin Syatriadin
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i2.31343

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of discipline, work environment, and work culture on the implementation of digital attendance via mobile phones in Central Lombok, as technology plays an increasing role in the efficiency of school administration. This study used a correlational quantitative approach with multiple linear regression analysis, involving 39 respondents consisting of teachers and principals. The results of the analysis show that the regression model simultaneously has a significant effect on the implementation of digital attendance, with a coefficient of determination (R²) of 0.227, which means that the three variables contribute 22.7% to the variation in the implementation of digital attendance. Partially, only work culture showed a statistically significant effect (p < 0.05), while discipline and work environment were not significant. Work culture contributes through the formation of values of professionalism, openness to technology, and collective commitment in carrying out tasks accountably, which supports the consistent use of digital attendance systems. The implications of these findings suggest that strengthening the technology-based work culture is a key factor in the successful implementation of digital systems in the school environment. Further research is recommended to explore additional variables such as digital literacy and leadership style to expand the understanding of the factors that influence the effectiveness of digital attendance.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedisiplinan, lingkungan kerja, dan budaya kerja terhadap pelaksanaan absensi digital melalui HP di Lombok Tengah, seiring meningkatnya peran teknologi dalam efisiensi administrasi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan analisis regresi linier berganda, melibatkan 39 responden yang terdiri dari guru dan kepala sekolah. Hasil analisis menunjukkan bahwa model regresi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pelaksanaan absensi digital, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,227, yang berarti ketiga variabel menyumbang 22,7% terhadap variasi pelaksanaan absensi digital. Secara parsial, hanya budaya kerja yang menunjukkan pengaruh signifikan secara statistik (p < 0,05), sedangkan kedisiplinan dan lingkungan kerja tidak signifikan. Budaya kerja berkontribusi melalui pembentukan nilai-nilai profesionalisme, keterbukaan terhadap teknologi, dan komitmen kolektif dalam menjalankan tugas secara akuntabel, yang mendukung konsistensi penggunaan sistem absensi digital. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa penguatan budaya kerja berbasis teknologi menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi sistem digital di lingkungan sekolah. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi variabel tambahan seperti literasi digital dan gaya kepemimpinan untuk memperluas pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas absensi digital.
Peran Kepemimpinan Pendidikan Islam dalam Meningkatkan Kualitas Kedisiplinan dan Kemandirian Gen-Z di Sekolah Agung Panji Utomo; Husnul Buairi; Yudin Citriadin; Muhammad Thohri; Syatriadin Syatriadin
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 7, No 4 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims to find out how to form discipline and independence in generation-Z, as well as collaborative efforts with parents and society to shape Islamic character in generation-Z. On the other hand, this research also discusses the role of leadership in Islamic education that can contribute to improving the quality of generation-Z, often called the "strawberry" generation, a term often used to refer to a generation that is considered fragile in facing life's challenges. This research uses the library research method. The instruments used are data collected from various sources such as scientific journals, books, seminar papers and other publications, both offline and online. Data were analyzed using a descriptive qualitative model consisting of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that Generation Z's discipline and independence can be formed through a supportive educational environment, challenges, responsibility, active participation and positive support. Collaboration with parents and the community plays a role in forming Islamic character through open communication, family education and religious activities. Leadership in Islamic education includes relevant curriculum, integration of Islamic values, use of technology, improving teacher quality, and collaboration with parents and the community.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui caranya membentuk kedisiplinan dan kemandirian pada generasi-Z, serta upaya kolaboratif dengan orang tua dan masyarakat untuk membentuk karakter islami pada generasi-Z. Disisi lain, penelitian ini juga membahas peran kepemimpinan dalam pendidikan islam dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas generasi-Z, sering juga disebut generasi “stroberi”, istilah yang sering digunakan untuk merujuk pada generasi yang dianggap rapuh dalam menghadapi tantangan hidup. Penelitian ini menggunakan Metode library research. Instrumen yang digunakan berupa data yang dikumpulkan dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, makalah seminar dan publikasi lainnya, baik offline maupun online. Data dianalisis menggunakan model kualitatif deskriptif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin dan kemandirian Generasi Z dapat dibentuk melalui lingkungan pendidikan yang mendukung, tantangan, tanggung jawab, partisipasi aktif, dan dukungan positif. Kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat berperan membentuk karakter Islami melalui komunikasi terbuka, pendidikan keluarga, dan kegiatan keagamaan. Kepemimpinan pendidikan Islam mencakup kurikulum relevan, integrasi nilai Islam, pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas guru, serta kerja sama dengan orang tua dan masyarakat.
Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah dalam Membangun Komunikasi dan Iklim Akademik Edi Supardi; Yudin Citriadin
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i4.36683

Abstract

Abstract: Principal's learning leadership plays an important role in creating a productive and conducive school environment for teaching and learning. This study aims to analyze the effect of principal learning leadership on communication and academic climate in SMP Negeri 6 Praya. Using a quantitative approach with a correlational design, data were collected through a five-point Likert scale questionnaire of 15 items per variable, distributed to 46 respondents consisting of teachers and principals. Data were analyzed descriptively and inferentially using JASP software. The descriptive analysis showed that respondents' perceptions of learning leadership (mean = 22.891; SD = 2.213), communication (mean = 22.978; SD = 1.880), and academic climate (mean = 22.957; SD = 1.955) were in the high category. Regression results showed that principal leadership had a significant effect on communication (R² = 0.566) and academic climate (R² = 0.553). ANOVA test corroborated the significance of the model (F = 54.455; p < 0.001). The regression coefficient of variable X was 0.657 with a standardized coefficient of 0.744 (p < 0.001), indicating a strong and positive influence. This finding confirms the importance of the principal's role in building effective communication and creating a conducive academic climate.Abstrak: Kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang produktif dan kondusif bagi proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah terhadap komunikasi dan iklim akademik di SMP Negeri 6 Praya. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, data dikumpulkan melalui angket skala Likert lima poin sebanyak 15 butir per variabel, yang disebarkan kepada 46 responden terdiri dari guru dan kepala sekolah. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan software JASP. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap kepemimpinan pembelajaran (rata-rata = 22,891; SD = 2,213), komunikasi (rata-rata = 22,978; SD = 1,880), dan iklim akademik (rata-rata = 22,957; SD = 1,955) berada pada kategori tinggi. Hasil regresi menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap komunikasi (R² = 0,566) dan iklim akademik (R² = 0,553). Uji ANOVA menguatkan signifikansi model (F = 54,455; p < 0,001). Koefisien regresi variabel X sebesar 0,657 dengan koefisien terstandarisasi 0,744 (p < 0,001), menunjukkan pengaruh yang kuat dan positif. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kepala sekolah dalam membangun komunikasi efektif dan menciptakan iklim akademik yang kondusif.