Abstract: This study aims to examine the extent to which students’ participation i youth red cross (PMR) extracuricular activities influences the prosocial behavior of PMR members at SMAN 1 pace. The research applied a quantitative positivist approach with a correlational research design, involving 55 respondents selected through a total sampling technique. Data were gethered using questionnaires covering indikators of participations and prosocial behavior, and were subsequently analyzed through simple linear regression analysis. The results indicate that participation levels significantly influence members' prosocial behavior, with a significance value of 0.000 (p < 0.05) and an R-Square value of 0.448. This suggests that 44.8% of the variation in prosocial behavior is influenced by active involvement in PMR activities, while the remainder is affected by external factors. These findings confirm that active engagement in school-based humanitarian organizations effectively fosters empathy, cooperation, and social concern among students. Practically, schools are encouraged to optimize support for PMR activities to enhance member participation in developing their prosocial character.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana tingkat keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) berdampak pada perilaku prososial anggota PMR di SMAN 1 Pace. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif posivistik dengan metode korelaional yang melibatkan 55 responden yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen kuesioner yang mencakup indikator partisipasi dan perilaku prososial, kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keaktifan berpengaruh signifikan terhadap perilaku prososial anggota, dengan nilai signifikasi 0,000 (<0,05) dan nilai R-Square sebesar 0,448. Hal ini menunjukkan bahwa 44,8% variasi perilaku prososial dipengaruhi oleh keaktifan dalam kegiatan PMR, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain. Hasil ini menegaskan bahwa keterlibatan aktif dalam organisasi kemanusiaan di sekolah efektif dalam membentuk sikap empati, kerja sama, dan kepedulian sosial siswa. Secara praktis, sekolah disarankan untuk mengoptimalkan dukungan terhadap kegiatan PMR guna meningkatkan partisispasi anggota dalam mengembangkan karakter prososial mereka sehari-hari.