Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran fisika di SMA Negeri 1 Siabu melalui pendampingan penerapan model Problem-Based Learning (PBL) pada materi fisika kuantum. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya kemampuan analisis siswa akibat dominasi metode pembelajaran konvensional yang berfokus pada hafalan rumus, serta keterbatasan guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran inovatif untuk materi abstrak seperti fisika kuantum. Tim pengabdian dari FKIP Universitas Graha Nusantara melaksanakan diskusi dan pendampingan kepada 2 orang guru fisika, dilanjutkan dengan implementasi langsung model PBL kepada 50 siswa (2 kelas) dalam dua siklus pembelajaran. Metode pelaksanaan terdiri dari: (1) sosialisasi dan diskusi model PBL dengan guru; (2) pendampingan perencanaan pembelajaran berbasis PBL; (3) implementasi PBL di kelas bersama guru; dan (4) evaluasi serta refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan PBL dari 73% pada siklus I menjadi 88% pada siklus II. Keterampilan analisis siswa meningkat signifikan, dengan rata-rata nilai posttest dari 68 (siklus I) menjadi 83 (siklus II), dan persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 53% menjadi 87%. Aktivitas siswa dalam pembelajaran meningkat dari 68% menjadi 85%. Kegiatan pengabdian ini berhasil mentransfer pengetahuan dan keterampilan pedagogis inovatif kepada guru melalui diskusi dan pendampingan praktik, sekaligus meningkatkan kemampuan analisis siswa secara bermakna. Rekomendasi tindak lanjut meliputi pengembangan modul PBL untuk materi fisika lainnya dan pendampingan berkelanjutan bagi guru dalam pembelajaran berbasis masalah.