Fadilla Agustin
Universitas Alwashliyah Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Eksistensialisme dalam Cerpen Tegak Lurus dengan Langit Karya Iwan Simatupang: Kajian Sartre dan Camus Wina Wulandari; Sri Muliatik; Andi Syahputra Harahap; Fatimah Azzahra; Fadilla Agustin
Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 12 No 2 (2026): Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan (In Press)
Publisher : FKIP Universitas Alwashliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/pedagogi.v12i2.1494

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi eksistensialisme dalam cerpen Tegak Lurus dengan Langit karya Iwan Simatupang berdasarkan perspektif Jean-Paul Sartre dan Albert Camus serta mengungkap persamaan dan perbedaan kedua perspektif tersebut dalam memaknai eksistensi tokoh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data penelitian berupa dialog, narasi, tindakan tokoh, peristiwa, dan simbol yang merepresentasikan konsep-konsep eksistensialisme. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, close reading, dan teknik pencatatan, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif Jean-Paul Sartre merepresentasikan eksistensialisme melalui rangkaian faktisitas, kebebasan, pilihan, tanggung jawab, dan autentisitas, sedangkan perspektif Albert Camus merepresentasikannya melalui absurditas, keterasingan, revolt, penerimaan, dan pencarian makna. Analisis komparatif menunjukkan bahwa Sartre menempatkan kebebasan sebagai landasan pembentukan eksistensi, sementara Camus memandang absurditas sebagai titik awal pencarian makna hidup. Penelitian ini menawarkan kebaruan berupa model pembacaan komparatif yang mengintegrasikan perspektif Sartre dan Camus dalam mengungkap representasi eksistensialisme pada cerpen Indonesia. Temuan tersebut memperkaya kajian sastra berbasis filsafat eksistensial serta memperluas penerapan pendekatan komparatif dalam kritik sastra Indonesia modern.