Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sistem Pelayanan Administrasi Kepegawaian Pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Muklis Muklis; Finasir Finasir; Nurliana Nurliana
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 3 No. 6 (2022): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Juli 2022)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v3i6.5616

Abstract

Pada dasarnya setiap manusia membutuhkan pelayanan. Manusia tidak dapat dipisahkan dari pelayanan, karena dalam rangka mempertahankan dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Pelayanan yang dibutuhkan manusia pada dasarnya ada dua jenis, yaitu layanan fisik yang bersifat pribadi sebagai manusia dan layanan administratif yang diberikan orang lain selaku anggota organisasi, baik itu organisasi massa atau Negara. Adanya berbagai masalah yang terjadi dalam pelayanan administrasi, maka penting untuk melihat bagaimana pelayanan publik pemerintah agar sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat. Terdapat tiga permasalahan utama yang berkaitan dengan tata kelola pelayanan administrasi. Ketiga permasalahan tersebut dilihat dari tingkat kedisiplinan pegawai, yaitu: masalah absensi, kehadiran, serta pemakaian seragam dinas. Kemudian aturan jam kerja belum dipatuhi secara maksimal, sehingga menyebabkan terhambatnya proses penyelenggaraan pelayanan administrasi yang efektif dan efisien. Tujuan Penelitian ini untuk: (1) Untuk mengetahui Sistem Pelayanan Administrasi Kepegawaian pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh. (2) Untuk mengetahui apa saja hambatan dalam penyelengaraan Pelayanan Administrasi Kepegawaian pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh. Dengan menggunakan metode penelitian pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yang bersifat deskriptif analitik. Hasil pada penelitian ini menunjukkan kehandalan pada pelayanan administrasi kepegawaian telah berjalan dengan baik. Daya tanggap pada pelayanan administrasi kepegawaian tergolong baik. Hambatan administratif tidak menjadi hambatan bagi palayanan administrasi kepegawaian, namun akan lebih baik lagi apabila anggaran untuk bidang palayanan administrasi kepegawaian dlingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh ditingkatkan. Hambatan politis tidak menjadi hambatan bagi palayanan administrasi kepegawaian di lingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh.
KOLABORASI MENUJU MASYARAKAT SEHAT: STRATEGI SOSIALISASI DAN SCREENING TERPADU UNTUK AIDS, TBC, DAN MALARIA Nurliana Nurliana; Budi Rizka
PabMa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Elfarazy Media Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64068/pcc1e805

Abstract

Tingginya angka kejadian penyakit menular seperti HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria masih menjadi tantangan serius dalam sistem kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Banda Aceh. Ketiga penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga memperburuk beban sosial dan ekonomi masyarakat apabila tidak ditangani secara terpadu dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang mengusung pendekatan kolaboratif dan berbasis komunitas dalam sosialisasi serta screening terpadu untuk pencegahan dan deteksi dini ketiga penyakit tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5–9 Mei 2025 dengan melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, tokoh agama, dan masyarakat lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pelatihan kader, penyuluhan berbasis komunikasi perubahan perilaku (SBCC), dan pelaksanaan skrining HIV, TBC, serta malaria secara langsung kepada masyarakat di beberapa lokasi strategis. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan peserta terhadap ketiga penyakit, sementara tingkat partisipasi dalam kegiatan skrining mencapai lebih dari 70% dari total peserta. Temuan awal menunjukkan sejumlah kasus positif yang berhasil dirujuk untuk penanganan lebih lanjut. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor melalui model kolaborasi pentahelix yang terbukti mampu mengurangi hambatan stigma dan meningkatkan akses layanan kesehatan. Dari hasil pelaksanaan, disimpulkan bahwa kolaborasi multi-stakeholder dalam bentuk edukasi dan layanan kesehatan terpadu dapat menjadi strategi yang efektif dalam pengendalian penyakit menular di tingkat komunitas. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kesadaran, deteksi dini, serta kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan yang responsif dan inklusif.