Ryan Setya Budi
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Visual Business Planning: Effects of BMC-Centered Training on Entrepreneurial Mindset and Sales among MSME Owners in Yogyakarta Rolan Mart Sasongko; Dedy Sunaryo Nainggolan; Hafidh Rifky Adiyatna; Alvian Alvin Mubarok; Budi Purnomo Saputro; Ryan Setya Budi
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (September-Oktober 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v7i1.6437

Abstract

Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) are central to Indonesia’s economy yet often lack practical capabilities in business planning, promotion, and post-pandemic adaptation. This study evaluates a municipal–university program in Yogyakarta (2023) that delivered eight in-person sessions (32 hours) centered on the Business Model Canvas (BMC), complemented by modules on promotion, finance, and operations, and followed by incubator pairing and community mentors. MSME owners (n = 452) completed a post-training survey, and training exposure was indexed from attendance/engagement and canvas completion (0–100). Entrepreneurial mindset was measured with five Likert items; self-reported sales growth served as a secondary outcome. Using simple linear regression with full assumption checks and robustness tests, greater BMC training exposure was positively associated with entrepreneurial mindset, and higher exposure corresponded with encouraging directional signals for sales growth. Model diagnostics indicated adequate fit and stability to alternative exposure weightings and exclusion of influential observations. Overall, a month-long, mentor-supported program that centers on visual business planning appears feasible for scaling MSME capability building and is associated with stronger entrepreneurial mindset among participants. Future evaluations should incorporate pre–post or comparison designs and objective performance indicators to validate and extend these findings.
Penguatan UMKM Ramah Lingkungan melalui Sinergi Inovasi Produk dan Transformasi Digital Musthofa Galih Pradana; I Wayan Rangga Pinastawa; Retno Dwi Nyamiati; Fadhli Suko Wiryanto; Ryan Setya Budi; Nurul Afifah Arifuddin; Muhammad Adrezo; Zatin Niqotaini
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Ilmu Komputer Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Ilmu Komputer (ABDIKOM)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52958/abdikom.v4i1.12855

Abstract

Kawasan Industri Sentolo merupakan lokasi yang strategis bagi UMKM Jangkang Indah Craft, produsen kerajinan berbahan serat agel yang merupakan sumber daya alam khas Kabupaten Kulon Progo. Memasuki tahun 2025, UMKM ini dihadapkan pada dua tantangan utama, yaitu kesiapan melakukan pemasaran internasional secara mandiri serta penerapan teknik pewarnaan ramah lingkungan guna mendukung keberlanjutan ekosistem dan meminimalkan dampak ekologis. Menjawab kebutuhan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dirancang untuk memperkuat kapasitas pengelolaan usaha secara holistik. Program ini menerapkan metode Participatory Action Research meliputi sosialisasi, pendampingan, dan praktik langsung pada beberapa aspek kunci, yakni peningkatan manajemen pemasaran melalui pelatihan digital marketing berbasis website serta pemanfaatan platform e-Bay. Di sisi lain, peserta juga menerima pelatihan teknis mengenai teknik pewarnaan berkelanjutan, seperti pemanfaatan spirulina untuk menghasilkan warna hijau serta penggunaan ekstrak warna kuning dengan kandungan kimia yang lebih rendah. Pendampingan dilakukan dalam tiga sesi, dan hasil evaluasi melalui kuesioner menunjukkan tingkat kepuasan rata-rata 4,27 dari skala 1 - 5, yang mencerminkan kategori penilaian baik. Temuan ini sejalan dengan perkembangan positif dari pendampingan tahap sebelumnya, di mana keberadaan website terbukti meningkatkan branding awal UMKM dan membantu menjalin sejumlah kemitraan melalui kemudahan akses informasi.