Neuneung Ratna Hayati
Universitas Widyatama, Bandung, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Employee Engagement dan Work-Life Balance terhadap Disiplin Kerja Pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat Insan Fadilah Fulki; Neuneung Ratna Hayati
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Januari - Februari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v7i3.7284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh employee engagement dan work-life balance terhadap disiplin kerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan interpretasi deskriptif dan desain penelitian cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 108 pegawai yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data primer dilakukan melalui kuesioner, dengan teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat employee engagement dan work-life balance berada dalam kategori baik, sedangkan disiplin kerja berada pada kategori sangat baik. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa employee engagement dan work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja. Kedua variabel tersebut memiliki nilai koefisien determinasi sebesar 77,2%, yang menunjukkan daya jelas yang sangat kuat terhadap disiplin kerja pegawai. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan, antara lain penggunaan desain cross-sectional serta ruang lingkup sampel yang terbatas pada satu instansi pemerintah, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasi secara luas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan lebih banyak instansi serta menggunakan desain longitudinal guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif. Implikasi manajerial penelitian ini merekomendasikan penguatan keterikatan pegawai melalui program pelatihan dan coaching, optimalisasi keseimbangan kerja dan kehidupan melalui penerapan Employee Assistance Program (EAP), serta peningkatan konsistensi disiplin waktu kerja melalui mekanisme reward and punishment.
Pengaruh Ethical Leadership terhadap Quiet Quitting melalui Interpersonal Justice dan Affective Commitment Yanyan Suryana; Neuneung Ratna Hayati
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Juli - Agustus 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v7i6.9264

Abstract

Fenomena quiet quitting, yakni kecenderungan pegawai menjalankan tugas sebatas kewajiban minimum tanpa kontribusi lebih, kian mendapat perhatian dalam kajian manajemen sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh ethical leadership terhadap quiet quitting pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Bandung dengan mediasi interpersonal justice dan affective commitment. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui survei terhadap 375 responden ASN, dengan analisis PLS-SEM menggunakan SmartPLS 4. Hasil menunjukkan bahwa pengaruh langsung ethical leadership terhadap quiet quitting tidak signifikan (β = -0,055; p = 0,499), namun berpengaruh tidak langsung secara signifikan melalui kedua mediator. Ethical leadership berpengaruh positif signifikan terhadap interpersonal justice (β = 0,781; p = 0,000) dan affective commitment (β = 0,645; p = 0,000). Interpersonal justice (β = -0,195; p = 0,007) dan affective commitment (β = -0,356; p = 0,000) berpengaruh negatif signifikan terhadap quiet quitting. Total pengaruh tidak langsung sebesar -0,382 (p = 0,000), dengan affective commitment sebagai mediator terkuat. Temuan ini menegaskan pentingnya kepemimpinan etis, perlakuan interpersonal yang adil, serta penguatan keterikatan emosional untuk menekan quiet quitting pada ASN.
Pengaruh Career Coaching dan Penerapan Sistem Merit terhadap Kinerja Melalui Kompetensi pada ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat Agung Permana; Neuneung Ratna Hayati
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Juli - Agustus 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v7i6.9364

Abstract

Penelitian ini ini menganalisis pengaruh Career Coaching dan Sistem Merit terhadap Kinerja ASN dengan Kompetensi ASN sebagai variabel mediasi pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penelitian dilatarbelakangi oleh adanya variasi kinerja antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta kesenjangan kompetensi pegawai meskipun implementasi sistem merit telah memperoleh kategori sangat baik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 307 responden dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa Career Coaching tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap Kinerja ASN (β = 0,022; p = 0,568), namun berpengaruh positif terhadap Kompetensi ASN (β = 0,235; p = 0,007). Sistem Merit berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kompetensi ASN (β = 0,542; p < 0,001) dan Kinerja ASN (β = 0,138; p = 0,002). Kompetensi ASN memiliki pengaruh paling dominan terhadap Kinerja ASN (β = 0,815; p < 0,001) serta memediasi secara signifikan pengaruh Career Coaching (β = 0,192; p = 0,007) dan Sistem Merit (β = 0,442; p < 0,001) terhadap Kinerja ASN. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja ASN lebih efektif dicapai melalui penguatan kompetensi sebagai mekanisme utama dalam mendukung keberhasilan reformasi birokrasi. Implikasi praktis penelitian meliputi peningkatan partisipasi dalam career coaching, penguatan prinsip keadilan dan perlindungan dalam sistem merit, pengembangan kemampuan pemecahan masalah, serta peningkatan disiplin dan ketepatan waktu kerja.
Pengaruh Perilaku yang Dipersepsikan Memiliki Karakteristik Pathological Lying terhadap Iklim Organisasi: Studi Kasus pada Kantor X Ratna Susilawati; Kabul Wahyu Utomo; Neuneung Ratna Hayati
Jurnal Ilmu Manajemen Terapan Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Manajemen Terapan (Juli - Agustus 2026)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jimt.v7i6.9497

Abstract

Iklim organisasi merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi efektivitas organisasi, kualitas hubungan kerja, serta kinerja pegawai. Salah satu faktor yang berpotensi mengganggu iklim organisasi adalah perilaku berbohong yang dilakukan secara berulang dan kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perilaku yang dipersepsikan memiliki karakteristik pathological lying dalam bentuk mythomania (pseudologia fantastica) termanifestasi dalam interaksi kerja serta bagaimana perilaku tersebut mempengaruhi iklim organisasi pada sebuah instansi pemerintah yang disamarkan sebagai Kantor X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 6 informan, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku yang dipersepsikan memiliki karakteristik mythomania mempengaruhi iklim organisasi melalui mekanisme yang bertahap, yaitu dominasi informasi dan relasi kuasa, distorsi informasi dan manipulasi komunikasi, konflik internal dan eksternal, penurunan kepercayaan, serta terhambatnya komunikasi organisasi yang kemudian menimbulkan suasana yang kurang kondusif yang berakibat pada penarikan diri pegawai dan melemahnya iklim organisasi. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa ketidaknetralan pimpinan berperan sebagai faktor penguat yang memperbesar dampak negatif pada setiap tahapan proses tersebut. Ketika pimpinan dipersepsikan tidak objektif dalam memverifikasi informasi dan menangani konflik, dampak perilaku tersebut berkembang menjadi suasana kerja yang tidak kondusif, meningkatnya kewaspadaan antarpegawai, serta melemahnya iklim organisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur perilaku organisasi dengan menunjukkan bahwa pengaruh pathological lying dalam bentuk mythomania terhadap iklim organisasi bersifat tidak langsung dan dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan dalam organisasi.