Penelitian ini ini menganalisis pengaruh Career Coaching dan Sistem Merit terhadap Kinerja ASN dengan Kompetensi ASN sebagai variabel mediasi pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penelitian dilatarbelakangi oleh adanya variasi kinerja antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta kesenjangan kompetensi pegawai meskipun implementasi sistem merit telah memperoleh kategori sangat baik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 307 responden dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa Career Coaching tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap Kinerja ASN (β = 0,022; p = 0,568), namun berpengaruh positif terhadap Kompetensi ASN (β = 0,235; p = 0,007). Sistem Merit berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kompetensi ASN (β = 0,542; p < 0,001) dan Kinerja ASN (β = 0,138; p = 0,002). Kompetensi ASN memiliki pengaruh paling dominan terhadap Kinerja ASN (β = 0,815; p < 0,001) serta memediasi secara signifikan pengaruh Career Coaching (β = 0,192; p = 0,007) dan Sistem Merit (β = 0,442; p < 0,001) terhadap Kinerja ASN. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja ASN lebih efektif dicapai melalui penguatan kompetensi sebagai mekanisme utama dalam mendukung keberhasilan reformasi birokrasi. Implikasi praktis penelitian meliputi peningkatan partisipasi dalam career coaching, penguatan prinsip keadilan dan perlindungan dalam sistem merit, pengembangan kemampuan pemecahan masalah, serta peningkatan disiplin dan ketepatan waktu kerja.