Hermin Endratno
Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Pendidikan dan Emotional Labor terhadap Turnover Intention: Peran Mediasi Komitmen Organisasi Di Rumah Sakit Umum Bunda Purwokerto Nok Ayu; Hengky Widhiandono; Herni Justiana Astuti; Hermin Endratno
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Januari - Februari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v7i3.7517

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Tingkat Pendidikan dan Emotional Labor terhadap Turnover Intention dengan Komitmen Organisasi sebagai variabel mediasi pada karyawan RSU Bunda Purwokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel berjumlah 100 responden melalui teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis secara statistik menggunakan Partial Least Square (PLS-SEM). Penelitian menunjukkan bahwa Tingkat Pendidikan dan Emotional Labor berpengaruh positif dan signifikan terhadap Turnover Intention. Tingkat Pendidikan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Komitmen. Selain itu, Emotional Labor tidak berpengaruh terhadap Komitmen Organisasi, dan Komitmen Organisasi tidak terhadap Turnover Intention. Selain itu, Komitmen Organisasi tidak memediasi hubungan antara Tingkat Pendidikan maupun Emotional Labor terhadap Turnover Intention. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tingkat Pendidikan dan Emotional Labor merupakan faktor dominan yang memengaruhi Turnover Intention, sedangkan Komitmen Organisasi tidak berperan sebagai mediator. Manajemen rumah sakit perlu memperkuat pengembangan karir, dukungan organisasi, dan pengelolaan beban emosional untuk mengurangi turnover pada tenaga kesehatan.
Pengaruh Job Insecurity, Psychological Well Being Dan Self Efficacy Terhadap Kinerja Karyawan Java Heritage Hotel Purwokerto Dimas Andrean; Hermin Endratno; Suyoto Suyoto; Restu Frida Utami
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Januari - Februari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v7i3.7555

Abstract

This study aims to analyze the effect of job insecurity, psychological well-being, and self-efficacy on the performance of employees at Java Heritage Hotel Purwokerto. The study used a quantitative approach with a causal design. Data were collected through a five-point Likert scale questionnaire administered to 107 employees and analyzed using multiple linear regression with the help of SPSS version 23. Data testing included validity, reliability, classical assumption testing, F-test, t-test, and coefficient of determination. The results showed that job insecurity had a negative and significant effect on employee performance, indicating that job insecurity can reduce focus and work engagement. Conversely, psychological well-being had a positive and significant effect on employee performance, thus acting as an important psychological resource in supporting optimal performance. Meanwhile, self-efficacy had a positive but insignificant effect on employee performance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh job insecurity, psychological well-being, dan self-efficacy terhadap kinerja karyawan Java Heritage Hotel Purwokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin kepada 107 karyawan dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 23. Pengujian data meliputi uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, uji F, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job insecurity berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, yang mengindikasikan bahwa ketidakamanan kerja dapat menurunkan fokus dan keterlibatan kerja. Sebaliknya, psychological well-being berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, sehingga berperan sebagai sumber daya psikologis penting dalam mendukung kinerja optimal. Sementara itu, self-efficacy berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja karyawan.