Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DENGAN FREKUENSI KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA Hasmila Sari; Farah Dineva R; Martina Martina
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kekambuhan merupakan hal yang sering dialami oleh pasien skizofrenia. Kekambuhan ini memiliki dampak terhadap fungsi individu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Karakteristik demografi dapat menjadi faktor protektif atau faktor risiko terhadap kekambuhan. Karakteristik demografi tersebut merupakan hal yang tidak bisa dimodifikasi sehingga membutuhkan upaya atau dukungan internal dan eksternal pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan antara karakteristik demografi dengan frekuensi kekambuhan pada pasien skizofrenia yang dirawat di rumah sakit jiwa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling terhadap 389 rekam medis dengan kriteria diagnosis skizofrenia sesuai DSM-5, rawat inap setahun terakhir, dan riwayat masuk RS lebih dari satu kali. Alat pengumpul data adalah lembar check-list yang berisikan data karakteristik pasien. Hasil analisis disajikan dalam bentuk univariat dan analisa data dilakukan dengan uji bivariat chi-square. Hasil: Karakteristik yang berhubungan dengan frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia dalam 1 tahun terakhir adalah pekerjaan (OR=2,103) dan status perkawinan (OR=1,911). Kesimpulan: Dua karakteristik demografi yang berhubungan dengan frekuensi kekambuhan pada penelitian ini adalah pekerjaan dan status perkawinan. Diharapkan rumah sakit dapat mengoptimalkan kegiatan rehabilitasi untuk meningkatkan keterampilan pasien dalam mengelola living skill, working skill dan learning skill. Status perkawinan adalah karakteristik yang tidak bisa diubah. Meskipun demikian, sumber dukungan tidak hanya berasal dari pasangan, namun juga dapat melibatkan anggota keluarga lainnya.
Pengetahuan Perawat Tentang Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh Andara Maurissa; Aina Fitri; Martina Martina
Public Health Journal Vol. 3 No. 2 (2026): April–June, Digital Health and Health Innovation
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/34b9yg35

Abstract

Keselamatan pasien merupakan prioritas utama yang harus dilaksanakan oleh Rumah Sakit karena sangat erat kaitannya dengan citra Rumah Sakit dan keamanan pasien. Kurangnya pemahaman perawat tentang keselamatan pasien dapat menimbulkan berbagai dampak serius yang memengaruhi pasien, tenaga kesehatan, dan fasilitas layanan kesehatan. Minimnya pengetahuan dapat meningkatkan risiko kesalahan medis, seperti pemberian obat dengan dosis, jenis, atau waktu yang salah, serta pelaksanaan prosedur yang tidak sesuai standar. Hal ini juga berdampak pada penurunan mutu pelayanan, karena keselamatan pasien merupakan indikator utama kualitas layanan yang memengaruhi kepuasan dan pengalaman pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan perawat tentang keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu perawat kelas III di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh dengan menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 81 perawat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner pengetahuan tentang keselamatan pasien. Data penelitian dianalisis menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan perawat tentang keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh berada dalam kategori baik sejumlah 81 responden (100%). Diharapkan rumah sakit dapat terus mengadakan pelatihan tentang enam sasaran keselamatan pasien secara rutin, menyediakan fasilitas pendukung dan melakukan pengawasan secara berkala kepada seluruh perawat.